Ajaibnya Sedeqah

Jika Anda memiliki uang sebanyak 11000 rupiah di kantong Anda, maka jangan sedeqahkan 1000, namun 10.000 aja ya. Jika Anda memiliki uang sebanyak 25000 di dompet Anda, maka jangan sedeqahkan uang itu 5000 rupiah ke peminta-minta, namun harus 20000, ya. Jika Anda memiliki uang 100000 ribu rupiah jangan menunggu uang kembalian untuk menyedeqahkannya, berikan 100000 rupiah tersebut.

Saya yakin sekali, semakin sedikit nominal uang yang ada di kantong kita, maka uang tersebut yang akan kita keluarkan sebagai uang sedeqahan, betul? Kebanyakan kita akan mengatakan betul. Soalnya saya keseringan seperti itu. Mengapa hal ini bisa terjadi ? karena kita bersedeqah tidak pakai ilmu. Jadi sedeqah harus pakai ilmu segala, gitu? Ya iyalah, karena sering menganggap remeh dengan sedeqah dan minimnya ilmu, akhirnya kita memberikan sedeqah sealakadar, padahal janji Allah di balik sedeqah itu sangat luar biasa. Selain menambahnya rejeki, bisa menolak bala, memudahkan segala urusan, dan memudahkan jodoh.

Suatu ketika Ahmad memberikan uang sebanyak 50.000 kepada temannya yang membutuhkan. Ahmad berniat bersedeqah saja karena Alhamdulillah dianya sedang dapat rejeki lebih dari Allah alias dapat bonus dari kantor. Temannya Ahmad benar-benar membutuhkan uang untuk membeli obat kepada anaknya. Uang itu juga sudah dilupakan Ahmad beriringnya waktu berjalan namun Allah tidak pernah melupakannya.

Seminggu kemudian, Ahmad ketemu Hari di sebuah Mesjid. Seperti biasa setelah shalat mereka saling tukar pikiran. Hari secara tiba-tiba didatangi oleh anaknya pak Toni memberikan sebuah amplob yang berisi uang 3.000.000 rupiah. Belum sempat bertanya uang apa itu, anaknya Pak Toni sudah keburu pergi. Belakangan Pak Toni mengabarkan bahwa itu sebagai uang terima kasih kepada dia yang telah membantunya meminjamkan uang 300.000 ketika Pak Toni benar-benar kepepet tidak ada uang 2 minggu yang lalu. Alhamdulllah setelah mendapatkan proyek baru, akhirnya Pak Toni memberikan lebih kepada Pak Hari. Uang yang diberikan Pak Hari ke Pak Toni saat itu juga sekedar sedeqah membantu teman yang sedang membutuhkan, uang yang diberikan pun sudah dilupakan oleh Pak Hari, namun Allah tidak pernah melupakan kejadian itu. Tanpa pikir panjang Pak Hari mengambil uang 500.000 ribu diberikan kepada pak Ahmad.” Biar sama-sama merasakan rejeki Allah, ” begitu tugas pak Hari.

Sekilas kisah di atas tersebut seperti soal matematika anak SD. Namun, coba Anda cermati, berapa uang yang diberikan pak Ahmad dan berapa uang yang diterimanya? Dan berapa uang yang diberikan pak Hari dan berapa uang yang diterimanya? Berapa jawabannya?

Dari kecil kita sudah di ajarkan untuk membiasakan sedeqah oleh orang tua kita. Pokoknya sedeqah deh. Kalau lihat orang yang datang meminta-minta langsung deh diberikan. Orang tua kita dalam hal ini sudah benar mengajarkan kita dalam pembiasaan sedeqah, namun yang sering terjadi adalah orang tua kita memberikan uang 5000 rupiah dari sekian ratus ribu di dompetnya untuk disedeqahkan melalui tangan kita. Ketika Anda tumbuh besar, maka Anda terbiasa juga bersedeqah namun kali ini kita sedeqahnya pakai uang receh. Lebih parah dari orang tua kita. Salah memangnya dengan bersedeqah dengan uang recehan? Kan sedeqah itu harus ikhlas, kan? Nah kalau seperti ini pertanyaan kita, berarti belum ada ilmu tentang sedeqah neh.

Orang tua kita mengajarkan sesuatu yang benar tapi salah. Benarnya adalah mengajarkan kita bersedeqah namun salahnya sedeqahnya dengan uang sisa alias uang cukup beli permen doang. Mungkin saja uang sisa belanja, uang sisa makan-makan di cafe, uang sisa beli buku, uang sisa macam-macam deh. Jadi jangan heran kalau Allah memberikan yang sisa-sisa kepada kita. Orang sisa pasti dapatnya yang sisa-sisa. Mau mendapatkan yang sisa-sisa sepanjang hidup? Atau mau mendapatkan yang benar-benar sempurna/penuh dari Allah? Mau tidak? Kalau mau, maka mulai sekarang jangan pernah memberikan uang sisa untuk niat sedeqah. Saya ingatkan sekali lagi. Ketika kita sadar bahwa uang yang kita miliki hanya miliki Allah, maka tidak perlu pelit mengeluarkannya di jalan Allah. Allah mengatakan kalau kita mau berkorban dengan menafkahkan sedikit harta kita di jalan Allah, maka Allah akan menambah lebih kepada kita. Itu janji Allah loh. Sang Kuasa memberikan janji, dan kita masih belum bisa percaya? Nauzubillah.

Matematika Allah beda dengan kita pahami selama ini. Menurut matematika kita 1 di tambah 1 maka hasilnya akan dua. 2 tambah 3 akan menghasilkan 5. Begitu juga dengan kalau kita mempunyai uang 1000 dan kita berikan 500 maka akan sisa 500. Benar begitu matematika yang kita pahami? Namun belajar matematika Allah, maka kita akan tahu betapa hebatnya Allah dalam mengatur pahala kebaikan kita. Bagaimana sih matematika Allah? Simak arti dari surat Al-An’am ayat 160 yang artinya satu kebajikan akan dibayar 10 kali lipat oleh Allah. Saya ulang sekali lagi, satu kebajikan, maka dibayar 10 kali lipat lebih banyak oleh Allah. Sepuluh kali lipat. Bayangkan sepuluh kali lipat. Kenapa 10 kali lipat? karena Allah sebaik-baiknya Pemberi.

Kita memberikan satu pertolongan kepada orang lain, maka Allah akan membalasnya dengan 10 pertolongan kepada kita. Sekilas yang tampak adalah ketika kita melakukan sesuatu kebaikan ataupun keburukan maka akan kembali kepada kita juga nantinya. Al-Jaasiyah ayat 15 mengatakan bahwa Barang siapa mengerjakan kebajikan, maka iu untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri; kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan. Kalau kita mengajarkan satu ilmu kepada orang lain, maka Allah akan mengajarkan kita 10 ilmu kepada kita. Kalau kita memberikan uang 3000 kepada orang lain, maka Allah akan menggantikannya 30.000 kepada kita. Kenyataan adalah kita tidak pernah menyadari kelipatan pemberian dari Allah. Ini janji Allah, maka tidak perlu ragu untuk mempercayainya.

Jelas sekarang mengapa pak Ahmad menyedekahkan 50.000 mendapatkan 500.000, karena 50.000 dikali 10 maka menjadi 500.000. Sebuah kelipatan yang fantastis diberikan Allah kepada kita karena sudah mau meluangkan sedikit rezeki kepada orang lain. Mengapa uang 300.000 dari Pak Hari bisa berlipat ganda menjadi 3.000.000? Anda tahu jawabannya, bukan?

Ini semua Allah lipatgandakan karena kita sudah berbuat sedikit kebaikan. Ingat loh, ini hanya sedikit, apalagi banyak. Pertanyaan lain, apakah setiap pemberian kebaikan kita kepada orang lain akan mendapatkan hal yang sama seperti apa yang kita berikan? Misalnya, kita menyedeqahkan uang, apakah kita akan mendapatkan balasan uang juga dari Allah? Jawabannya bisa jadi iya dan bisa jadi tidak. Ketika Anda bersedeqah dan hati Anda semakin tenang, bersih, dan dekat kepada Allah. Ibadah semakin tenang, dan beramal juga semakin sering maka Allah menggantikan uang Anda dengan bertambahnya iman Anda. Ini menurut saya luar biasa dibandingkan digantikan uang. Iman itu mahal. Mahal sekali, ketika Allah menggantikannya dengan ini semua, maka Anda adalah hamba-hamba pilihan Allah. Kalau sudah kuat imannya, ibadah dan amalnya pasti rajin, kalau sudah seperti ini apa seh keinginan kita yang tidak diberikan Allah? Surgapun Allah janjikan untuk kita. Sekali lagi saya katakan janji Allah itu pasti.

Setelah Anda membaca tulisan ini, apakah Anda akan dan tetap memberikan uang 2000 yang ada di kantong Anda, padahal isi dompet Anda uang ratusan ribu rupiah? Apakah Anda akan memilih-memilih nilai nominal yang paling kecil dari kantong Anda untuk Anda sedeqahkan ketika Anda memiliki banyak nominal besar di dalamnya? Apakah Anda berpikir seribu kali ketika untuk melakukan kebaikan? Orang yang cerdas akan menggunakan konsep ini untuk mengatur kehidupannya, khususnya keuangannya.

Beramal dan beribadah itu harus dengan ilmu, kalau tidak kita akan rugi. Sama nasibnya ketika kita bersedeqah tidak dengan ilmu, maka sedeqahnya tidak banyak membawa kebaikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s