Kematian itu

ImageKematian itu misteri dan pasti. Alangkah baiknya ketika kematian itu hal yang pasti, kita selalu siap dengan amalan-amalan kita. Manusia adalah hanya salah satu dari sekian makhluk di muka bumi yang salah satu sifatnya tidak baqa alias tidak abadi. Artinya, suatu saat, tidak sekarang mungkin nanti, kita akan pergi meninggalkan dunia ini. Begitu menyedihkan ketika kematian  kita di selimuti dengan kotornya perilaku dan minimnya amal kita. Begitu sangat di sayangkan ketika kematian kita sedang melakukan korupsi. Begitu sangat disayangkan ketika kematian kita disibukkan dengan pekerjaan kantor kita yang melalaikan shalat. Begitu sangat-sangat disayangkan ketika kematian kita disibukkan dengan dunia ini tanpa sedikitpun memikirkan akhirat.Sakti seorang pentolan Sheila on 7 adalah salah seorang yang ditakutkan dengan kematian-kematian. Syukur ketika dia membaca sebuah buku tentang sakratul maut di sebuah toko ketika di bandara menjadikan dia berubah 180 derajat. ” Dia tidak mau meninggal ketika sedang jingkrak-jingkrat di panggung,” begitu kata Sakti. Keluar dari Sheila on 7, Sakti menghabiskan waktunya berdakwah, dan juga merintis usaha laundry dan mini market, sehingga dia bisa lebih banyak fokus kepada dakwahnya. Berbicara musik maka itu adalah masa lalunya. 

Tidak semua orang diberikan petunjuk dan hidayah oleh Allah untuk kembali ke jalanNya yang suci dan sempurna. Sakti sudah mendapatkannya, namun bagaimana kita? Apakah kita masih menganggap enteng kematian itu? Mudah-mudahan tidak. 

Selasa pagi saya di telpon oleh saudara dan mengatakan bahwa Pak Mi- paman Bapak sudah meninggal dunia. Betapa terkejutnya mendengarkan berita itu. Beliau meninggal dunia dengan ketiba-tibaan tanpa ada sakit atau apapun tanda lainnya. Jam 3 biasanya beliau bangun tahajud, kegiatan ini sudah beliau lakukan selama 13 tahun, tanpa ada satupun hari bolong. Namun, saat itu ketika jam sudah lewat 30 menit dari jam 3 beliau tidak bangun, istri beliau membangunkan, namun beliau sudah meninggal. 

Sosok beliau adalah ulama besar. Menjalani kehidupan taqhbligh sudah bertahun-tahun. Berdakwah dan mengajar adalah amalan-amalam beliau sehari-hari. Amal dan ibadah beliau sempurna. Dengan keutuhan agama yang sangat kuat, suatu ketika beliau mengatakan bahwa beliau belum siap untuk kembali kepada Allah, apalagi kita yang ibadah dan amalnya hanya secuil?

Kematian tidak menunggu waktu dan tempat. Kita sadar betul dengan itu, namun siapa yang berani menjamin setiap saat kita di selimuti dengan amal dan ibadah terbaik kita? Siapa yang bisa konsisten untuk tidak melakukan kesalahan setiap harinya. Siapa yang mau terus dan terus bertobat dari kesalahan kita setiap harinya? Siapa? Janji dunia itu kelihatan lebih manis bagi kita dibandingkan janji Allah tentang surga, sehingga kita sering lupa dan terlena dengan dunia ini. Kita bela-belain untuk melakukan apapun untuk dunia, padahal kita tahu dunia itu akan kita tinggalkan. Namun sebaliknya, kita tidak mau bela-belain melakukan sesuatu untuk akhirat yang kenyataannya adalah kehidupan abadi kita. 

Dunia memang begitu banyak memberikan daya tarik yang luar biasa kepada kita, namun jangan pernah terlena dengan itu. Kita begitu setia kepada dunia ini, padahal kesetian dunia kepada kita tidak selamanya. Ketika kita meninggal, dunia akan meninggalkan kita. Begitu juga dengan keluarga kita, hanya setia kepada kita sampai ke tempat pemakaman kita. Tidak ada satupun keluarga yang mau kita ajak bersama-sama kita dikubur bersama kita. Yang terpenting dari itu semua adalah amal kita yang selalu setia sampai padang masyar. Setia membawa kita kemana kita pergi. Membawa amal maka senyuman yang kita dapatkan, dan sebaliknya tidak membawa awal itu awal dari merananya kehidupan akhirat kita kelak.

Perenungan di siang hari yang penuh dengan keberkahan hujan. 

Mari berdoa ketika hujan datang agar hari-hari kita bisa selalu dekat dengan Allah. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s