Pahami dulu sebelum berkomentar

ImageAda tiga hal yang akhirnya membuat saya menelurkan tulisan ini. Pertama kasus test keperawanan untuk siswa, Ustad Solmet menaiki super car Lamborghini, dan restaurant Solaria dinyatakan tidak halal. Tiga berita tersebut saya dapatkan dari sharing berita teman-teman News feeds Facebook. 

Untuk masalah test keperawanan sendiri banyak teman-teman memberikan komentar yang bernada negatif. Banyak yang menghina, mencaci, dan menghakimi pihak sekolah yang katanya melakukan test keperawanan ini. 

Miris sekali saya rasakan ketika membaca komen-komen di Fb dari teman-teman yang lebih banyak bertindak dengan pengambilan kesimpulan begitu saja, bahkan cenderung sebelah pihak.a Kata-kata menghakimi lebih banyak mereka lontarkan padahal mereka sendiri tidak tahu yang sebenarnya terjadi kecuali berita yang mereka baca. Akhirnya saya mencari-cari lagi apakah pemberitaan itu benar atau salah? Akhirnya saya mendapatkan sebuah berita pengklarifikasian tentang test keperawanan itu yang intinya adalah kesalahan media yang menambah-menambah berita dari yang aslinya. Pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat sudah mengklarifikasikan bahwa berita itu tidak benar, tapi sayang  masyarakat sudah terlanjut menghakimi. Kesalaham media yang pertama.
 
Media sedikit banyak membentuk pola mikir masyarakat, yang cenderung negatif. Masyarakat mudah terprovokasi dengan apa yang mereka baca, dengar, dan lihat. Sayangnya adalah masyarakat kita tidak mampu mencari informasi lain untuk membuat suatu kesimpulan. Masyarakat kita belum begitu cerdas untuk hal-hal seperti ini. 

Begitu juga dengan sebuah artikel yang saya baca mengenai Ustad Solmet menaiki Lamboghini super car keliling kota ketika sahur. Judulnya saja sudah memberikan nada-nada tuduhan, padahal ketika saya mendapatkan berita dari media lain bahwa Ustad Solmet tidak memiliki mobil tersebut akan tetapi itu milik temannya yang hanya di naikinya ketika Sahur on the Road. Namun, media membesar-besarkan sehingga pemahaman masyarakat yang tidak membaca atau mengetahui secara pasti beritanya langsung memvonis bahwa Ustad Solmet gaya-gayaan dengan mobil barunya hasil dakwah dia selama ini. Mau bagaimana lagi, masyarakat sudah terlanjurnya menghakimi. Ini adalah kesalahan media yang kedua. 

Yang sekarang sedang heboh-hebohnya adalah restaurant Solaria. Saya semakin tidak mengerti mengapa masyarakat kita tidak diam saja sebelum mereka tau apa dan bagaimana kejadian sebenarnya.Hentikan melontar komen-komen tidak penting. Saya tidak mengatakan bahwa restaurant Solaria itu tidak halal.  Ketika saya membaca dari berbagai sumber bahwa restaurant Solaria mempunyai sertifikat halal kok. Setidaknya sebelum mengeluarkan kata-kata pedas ke pihak lain, ya dicarikan dulu informasi yang tepat. Walaupun sampai detik ini kita tidak tahu mana yang benar dan yang salah. Kesalahan media yang ketiga.

Setidaknya kita mempunyai filter sendiri ketika membaca berita. Jangan biarkan kita di racuni berita-berita negatif dari media yang sering menyeretkan kita dengan penghakiman sebelah pihak. Bersabar dan cari informasi yang tepat. 

Media punya kepentingan, pihak-pihak yang membuat berita aneh-aneh juga mempunyai kepentingan. Namun, jangan sampai kepentingan mereka meracuni pikiran kita karena kita terlalu lugu memahami dan menganalisa satu berita.
 
Advertisements

4 thoughts on “Pahami dulu sebelum berkomentar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s