Ie Suum Resort

Ie Suum ( Air Panas) Resort

Saya mengenal tempat ini sudah begitu lama. Pertama sekalinya saya mengunjungi tempat ini sekitar 15 tahun yang lalu dimana Ie Suum masih tempat   yang masih asri dan benar-benar alami. Sangking alaminya, tempat ini masih seperti hutan. Selain pohon kiri dan kanan, bebatuan besar  juga menyelimuti tempat ini. Apalagi saat itu jalan untuk menempuh ke  Ie Suum masih begitu banyak aral bebatuan. Tidak seperti sekarang ini.

Terkenalnya Ie Suum saat itu tidak meluas ke semua orang. Hanya segelintir orang yang tahu dan berliburan bersama keluarga ke tempat ini. Pengelolaan tempat saat itu juga belum sempurna, karena masih dikelola atau diatur sama penduduk lokal. Mulai karcis masuk dan tempat-tempat santai. Bahkan pengaliran air panas saat itu juga apa adanya. Apa lagi untuk tempat permandian air panasnya, belum ada disaat itu.

 

Suatu weekend, saya dan adik sepupu memutuskan untuk kembali mengunjungi tempat itu dengan berharap semua yang 15 tahun lalu bisa berubah total. Tidak berharap banyak. Setidaknya ada perubahan setelah cukup lama saya tidak kesini.

Perjalana ke Ie Suum bisa ditempuh melalui jalan Krueng Raya yaitu sekitar 35 kilo meter dari Banda Aceh atau sekitar 20 atau 30 menit dari Banda Aceh. Dan menjadi salah satu wisata pemandian air panas yang sangat interesting dan attractive yang ada di Aceh.

Untuk sekarang ini, jalan menuju kesana sangat bagus. Jalan yang mulus dan diikuti dengan pemandangan yang indah serasa mempersingkat perjalanan ke tempat itu. Jalan yang berbukit-bukit diikuti dengan bukit-bukit yang indah beserta pohon-pohon hijau di sepanjang perjalanan serasa sedang berada di suatu tempat diluar Aceh.

Saya bisa tersenyum sedikit ketika dalam perjalaan melihat pemandangan yang masih alami. Pohon-pohon yang terlihat juga masih berdiri tegak dan itu artinya illegal loging tidak berlaku di daerah ini. Mudah-mudahan saja tidak ada. Selain perpohonan yang meramaikannya, sesekali saya temukan rumah penduduk yang menghiasi perjalanan kami.

Sebuah gapura yang bertuliskan “Selamat datang ke wisata Ie Suum “ menyambut kami. Dan itu artinya kami sudah sampai ketempat yang ingin kami tuju. Di depan pintu masuk kami disambut oleh beberapa pria mengurusi masalah karcis di sebuah jambo ( tempat duduk)  Karcis dikenakan sebesar 5 ribu untuk sepeda motor dan 10 untuk mobil.

Dari pintu masuk itulah saya melihat sudah banyak perubahan-perubahan. Ada beberapa bangunan yang telah dibangun seperti gazebo atau tempat peristirahatan santai, mushalla, kolam tempat permandian air panas.  Kami tesuluri perlahan, terpampang jelas tulisan Mushalla di sebuah gedung kecil yaitu persis disebelah kanan di dekat gerbang masuk. Di sebelah kiri berjejer mobil dan motor. Penertiban tempat parkir sepertinya masih belum begitu bagus karena banyak  motor parkir dimana-mana.

Dari kejauhan terlihat begitu banyak anak kecil sedang bermainan ditemani orang tua mereka di sebuah kolam kecil yang didesign cukup menarik.  Tetapi sayang, kebersihannya tidak terjaga. Kolomnya sama sekali tidak bersih. Airnya juga tidak jernih. Lumut masih terlihat di samping kolom.

Di dekat kolam untuk anak kecil, ada dua buah kolam besar yaitu satu dibuat khusus untuk pria dan satu untuk wanita. Dua kolam besar itu di kelilingi tembok besar setinggi kira-kira 2 meter. Pengunjung harus membayar 3000 ribu rupiah untuk menikmati kolam itu. Saya sendiri tidak begitu nyaman untuk mandi. Sama seperti kolam buat anak kecil, kolam untuk orang dewasa juga kotor dengan lumut ada dimana-mana. Ruangan ganti baju juga tidak tersedia. Walaupun ada dua kamar mandi dan WC di samping kolam, tapi semua kamar mandinya tidak bisa digunakan lagi. Kotor dan sangat menjijikkan.

Berdiri di pusat air panasnya yaitu agak sedikit mendekati gunung  dan disaat yang sama melihat kebawah maka akan terlihat pemandangan gunung dan lembah  yang luar biasa. Kombinasi gunung, aliran air panas, perpohonan, dan birunya langit menambah nuansa rekreasi di Ie Suum semakin menarik, apalagi dihabiskannya bersama keluarga.

Tetapi sayang sekali, terlihat ada beberapa tempat permainan untuk anak-anak dan juga ada beberapa gazebo yang tidak digunakan lagi. Sebagian permainan anak kecil itu sudah patah dan tidak berfungsi dengan baik. Ada beberapa gazebo bahkan tidak digunakan sama sekali. Disekitar tempat permainan itu terlihat aliran air sepertinya aliran air bocor dari kolam yang membuat terasa tempat itu kotor berlumut dan tidak indah untuk dilihat.

Kebersihan disebuah tempat wisata di Aceh sebagai contoh di Ie Suum ini masih begitu kurang. Kesadaran kebersihan di tempat publik masih begitu minim dipahami oleh masyarakat. Seolah-olah kewajiban menjaga kebersihan hanya diperuntukkan untuk penggelola saja. Dan itu terbukti dengan berserakan sampah sembarangan. Sampahnya dari hasil rebusan telur dan  Indomie. Dan juga ditambah dari sampah-sampah lain yang dibuangs sembarangan. Sejauh mata saya melihat, tidak ada tong sampah untuk tempang pembuangan sampah. Anehnya lagi, pengelola juga tidak mau tahu akan kebersihan ditempat itu. Saya melihat sampah sudah menumpuk dimana-mana.

Tempat ini tidak disertai dengan warung makan, cafe atau sejenisnya yang menawarkan bermacam-macam makanan. Memang ada beberapa kedai kecil berjejeran tetapi hanya berjualan snack atau makanan ringan saja. Tidak semuanya pengunjung ingin mandi di pemandian air panas ini. Ada kalanya mereka ini menikmati suasana dengan bersantai bersama keluarga sambil makan. Apalagi untuk kenyamanan suasana yang dikeliling dengan gunung dan terlihat langit yang biru,. Ie Suum bisa memberikan suasana itu sebenarnya.

Semakin saya jamah tempat itu semakin hati ini miris.  Mushala terlihat begitu bagus dari luar tetapi tidak terawat sama sekali di dalamnya. Abu dimana-mana, langit-langit bocor. Begitu juga dengan kamar mandi. Ada tetapi tidak berfungsi lagi. Kotor dan sangat tidak pantas digunakan.

Memang ada perubahan semenjak 15 tahun yang lalu semenjak saya menginjakkan kaki ke sini. Tapi saya begitu sedih akan sistem pengelolaan dari Pemda ini. Apakah semua pembangunan gedung atau tempat yang biayanya dari pemerintah harus terbengkalai atau tidak teorganized dengan baik seperti ini? Tempat ini dibuat tahun 2009 tetapi terlihat begitu jelek dengan kurang sadarnya pengelolaan akan kebersihan dan perawatan gedung-gedung atau tempat-tempat baik dari pengelola sendiri ataupun dari para pengunjung.

Akan tetapi, dibalik kesedihan saya saya sebenarnya menemukan tempat yang begitu indah si sebuah pelosok Aceh. Aceh kaya dengan objek wisata. Kalau saja pemerintah mau memperhatikan lebih, saya yakin semua orang akan mengunjungi tempat ini untuk menikmati air panasnya. Jadi, terlepas dari kekurangan yang saya sebutkan. Ie Suum masih menjadi tempat yang begitu asyik menghabiskan waktu bersama sekeluarga, menghilangkan penatnya kehidupan dan pekerjaan. Semuanya bisa terbayar.

_______________

Kabar gembira saya mendengarkan dari salah seorang pedagang yang berjualan di kawasan Ie Suum itu. Katanya pembanguanan dan renovasi tempat itu masih tahap awal, dan katanya di 2012 masih akan ada lagi lanjutan pembangunan untuk tempat wisata ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s