Jadi pemimpin jangan asal

Memang seharusnya pemimpin kudu punya leadership yang bagus biar tahu bagaimana ngurusih anak buahnya, biar dia tahu bagaimana membuat kebijakan yang benar yang tidak memihak sebelah pihak, biar dia tahu bagaimana memutuskan sesuatu yang tidak menyakiti hati yang lain, biar dia tahu bagaimana susahnya bekerja dengan pemimpin yang otoriter.

Ini tempat saya kerja brutal banget leadershipnya si bos. Betapa tidak, dalam beberapa bulan pekerjanya udah dipecat dengan alasan macam-macam sih. Sebenarnya permasalahannya bisa dibicarakan dan dimediasikan dengan baik sehingga tidak perlu ada pecat-pecat segala. Tapi, si para bos-bos disini main pecat kalau dia ga suka.

Empat bulan yang lalu gua kenal sama satu orang ibu, dan kemarin gua tanya keteman-teman kok si ibu itu ga pernah kelihatan lagi? Dia sudah dipecat atau keluar mengundurkan versi teman-teman. Ada juga baru-baru ini petugas kebersihan dipecat 2 orang karena si ibu kedapatan  banyak istirahatnya ketika bos datang. Padahal cerita dari orang-orang disini juga si ibu sakit rematik, jadi ga bisa berdiri lama. Jadi sebentar kerja sebentar duduk. Tapi si bos main pecat aja dengan marahnya menyakitkan banget. Dan itu didepan khalayak ramai pula. Satu sisi sih bagus bisa jadi pelajaran untuk anak buah yang tidak becus bekerja tapi ada etikanya juga kale.  Jadi ini tempat gua kerja si bos-bosnya pada sibuk ngurusin wawancara dengan pekerja baru setiap harinya. Satu hilang satu masuk, 2 masuk 3 hilang. Pokoknya dalam satu bulan ada aja yang dipanggil wawancara. Pokoknya kalau di MURI punya kategori tempat kerja yang banyak banget dipecat dengan kejam mungkin tempat gua bekerja kali ya.

Bos itu pemimpin. Pemimpin yang baik adalah harus tahu bahwa dia seorang pempimpin yang mempunyai kekuasaan tanpa batas. Tapi ga kelewatan juga kali. Pemimpin itu harus tahu bahwa dialah yang membawa energi positif untuk lingkungan yang dia pimpin. Pemimpin itu harus hebat harus bisa menjadi model untuk anak buahnya. Anak buah disuruh datang jam 8 dia malah datang kesiangan.  Walaupun saya tidak merasakan apa yang dirasakan teman lain. Setidaknya saya bisa menilai sejauh mana kemampuan bos-bos disini menjalankan perusahaan mereka. Benar sih, itu uang hasil jerih payah mereka melobi sana sini, tapi kadang mereka lupa hakikat harta adalah milik Allah, cuma ditugaskan mengelola oleh Allah saja tapi sombongnya minta ampun. Bukan berarti kita punya saham kita bisa melakukan apa yang kita mau. Ingat! Dunia penuh dengan peraturan-peraturan sebagaimana Allah menciptakan dunia dengan peraturan-peraturannya walaupun itu punya kita. Lihat Allah, tidak segampang itu memberikan peraturan-peraturan untuk manusia. Sangat teratur dan selalu seimbang.

Bagi yang menjalankan perusahaan sendiri karena kamu banyak harta dan kamu mempekerjakan orang lain? Kamu juga harus tahu bahwa mereka manusia yang harus dihargai. Makanya setiap pemimpin harus punya konsep leadership yang bagus supaya sinergisitas antara dia dan bawahan terus ada dan supaya tidak menambah lagi pemimpin yang dhalim yang dilaknat Allah.

Tulisan ini untuk renungan kita semua, bahwa setiap manusia itu khalifah yang ditugaskan untuk memimpin. Sebelum kamu memimpin orang lain sedikit menilik diri sendiri bagaimana kamu memimpin diri sendiri supaya kamu tahu bagaimana memimpin yang dengan jalan Allah.

Selamat Jumat. Mudah-mudah Jumat mubarak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s