Masih masalah rumah sakit, dokter, dan perawat

Sebelumnya saya juga menulis tentang bagaimana buruknya kinerja seorang dokter di Aceh. Kali ini saya menulis dengan tema. Bukan maksud menurunkan value mereka dimata masyarakat. Tapi, sebagai masyarakat awam yang membutuhkan pelayanan dari rumah sakit, dokter dan perawat seharusnya kita bisa lebih baik lagi membangun daerah kita dengan sebuah dedikasi dan kinerja yang baik dalam membantu orang lain dengan ikhlas. Apalagi untuk mensejahterakan rakyat.

Kamis lalu, saya mengunjungi rumah sakit zainal Abidin. Menjenguk saudara yang baru selesai di operasi. Kita tiba di rumah sakit pukul 11 ketika Cek Lateh baru saja selesai dioperasi karena tangannya patah akibat kecelakan. Cek Lateh sendiri adalah saudara dari pihak Istri saya yang menjadi korban akibat pembalap liar yang tidak bertanggung jawab. Beliau sendiri berlaga dengan sebuah motor yang dikendarain oleh seorang anak dibawah umur. kencang dan sangat tidak ada aturan. Siapa yang disalahkan kalau seperti ini?

Setelah dari ruangan operasi, Cek Lateh dimasukkin ke ruang Radiologi di rontgen untuk kedua kalinya. Dan setelah itu dimasukkan kamar. Suasana semakin ramai ketika saudara yang lain berdatangan. Akhirnya saya memilih duduk dibagian luar ruangan untuk sedikit udara. Beruntungnya tempat duduk juga tersedia disana. Istri masih berbicara serius dengan keluarga lainnya di dalam kamar bersama Cek Lateh dan keluarganya. Diluar saya ketemu dengan beberapa keluarga pasien yang sedang menikmati udara di siang itu. Sebagai basa basi saya menyapa mereka dan menanyakan siapa yang sakit. Singkat cerita, akhirnya dari pembicaran mereka tersirat wajah kekecewaan yang sangat dalam kepada pelayanan rumah sakit, dokter dan perawat..

Mereka bercerita panjang. Mereka tidak tahu harus kemana lagi kalau tidak kerumah sakit ini. Berharap tapi kecewa disitu sisi. Kekecewaan itu berawal dari dokter yang tidak punya inisiatif untuk memberikan informasi ke keluarga pasien sedetail mungkin. Sering kali pasien dan keluarganya diberikan ketidakjelasan dengan penyakit. Diagnosa kurang. Inisiatif untuk mengobati itu sangat kurang. Inisiatif untuk belajar juga kurang. Dedikasi apalagi. Ketika saya datang. Tidak ada dokter. Tidak ada perawat. Kemana mereka?

Pelayanan perawat juga sangat tidak memuaskan menurut mereka. Seharusnya perawat dan dokter datang memberikan semangat dan motivasi. Bukankah orang sakit membutuhkan semangat dari orang lain? Apalagi dokter dan perawat. Jangankan memberikan motivasi, untuk pergantian infus saja harus dengan inisiatif keluarga pasien. Jangan-jangan perawat bekerja tanpa digaji kali ya.

Intinya apa? Intinya adalah rumah sakit kita masih sangat kurang dengan pelayanan. Rumah sakitnya sudah baru. Tapi pelayanannya masih tradisional sekali. Kita, masyarakat, butuh pelayanan terbaik untuk kesehatan kita dengan dokter dan perawat yang benar-benar mau bekerja untuk masyarakat bukan hanya memikirkan uang. Kalau kita tidak dilayani dengan baik, apa yang bisa kita harapkan ketika kita kerumah sakit.

Akhir dari kekecewaan ini berujung kepada pemilihan tempat lain untuk berobat. Penang misalnya. Banyak orang menyarankan untuk berobat kesana. Puas. Kualitas rumah sakit bagus dengan dokter profesional. Sembuhnya terjamin. Membayar mahalpun tidak apa-apa asal kita sembuh.

Walaupun saya tidak pernah ke Penang. Tapi, cerita dari teman-teman yang sudah pernah berobat kesana adalah dokter dan rumah sakit disana memikirkan kualitas. Kualitasnya nomor satu. Kualitas pelayanan dan kualitas dokter menjadi nilai jual bagi mereka. Bahkan ada yang bercerita dokter sendiri yang menjemput pasien di depan rumah sakit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s