Makanya jangan setengah-setengah

Saya sempatkan membuka berita kompas sambil menyelesaikan persiapan untuk kelas online saya di Senin ini. Berita tentang Ahok yang menurut media massa mengatakan bahwa Ahok mengatakan komunis kepada warga Waduk Pluit yang tidak mau di relokasikan dari tanah negara yang mereka tempati menjadi marak berita di Kompas. Berita itu menuai kontroversi dari pembaca. Komen pembaca juga tidak tanggung-tanggung, ada yang pro dan ada yang kontra. yang anehnya adalah dari komen yang saya baca sepertinya pembaca sangat mudah menghakimi sebelum mereka tahu sebenarnya apa yang terjadi. Ingat media massa mencari uang dengan berita-berita. Bisa jadi itu berita yang bagus dan juga berita jelek. Jangan 100 persen mempercayainya.

Memang kita sebagai pembaca tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kecuali media massa atau pers yang menulisnya untuk kita. Untuk kebenarannya kita juga masih harus selediki terlebih dahulu. Banyak kejadian selama ini yang memarjinalkan sebagian pihak akibat pers yang mengangkat masalah setengah-setengah dengan tidak memberitakan keseluruhan ceritanya sehingga yang kita baca hanya sebagain berita yang tidak mewakili sebuah kejadian. Terlebih kalau kita berbicara masalah agama.

Media sebenarnya sangat bertanggungjawab dengan berita yang mereka sajikan yang bisa mengadu domba orang, membuat stereotype akan orang tertentu, memarjinalkan sebelah pihak. Bukankah diskriminasi agama selama ini di Amerika akibat pemberitaan yang hanya “setengah-setengah” menguntungkan sebelah pihak?

Dari komen yang saya baca tentang Ahok dan warga Waduk Pluit, ada satu komen yang memberikan link apa sebenarnya yang dikatakan Ahok. Apakah benar Ahok mengatakan ke warga Waduk Pluit komunis atau tidak? Dari yang saya baca ternyata pernyataan Ahok tidak seperti yang dibicarakan orang-orang bahwa Ahok mengatakan mereka komunis. Sebenarnya ada sebuah LSM yang membuat proposal dan mengatasnamakan mereka dengan warga Waduk Pluit. Dan LSM tersebut berbicara atas nama warga untuk pembagian lahan negara tersebut. LSM itu sempat ngotot ketika berbicara dengan Ahok, dan di akhiri dengan pernyataan Ahok, “kalau ngotot itu namanya ideologi komunis.” Apakah berita ini benar atau tidak? Wallahu ‘alam.

Tulisan saya sebenarnya bukan membicarakan masalah Ahok dengan warga Waduk Pluit, tetapi lebih kepada bagaimana kita melihat sesuatu jangan setengah-setengah. Tidak enak loh tertuduh akibat pemberitaan atau kesimpulan sebelah pihak dari orang sekitar kita. Banyak permasalahan terjadi akibat berita yang dipaparkan oleh media massa tidak mewakili apa yang terjadi sebenarnya. Pembaca yang hanya bisa membaca dengan tidak tahu kejadiannya juga akan mengambil kesimpulan sebelah pihak dari apa yang dibaca. Jadi kita juga harus berhati-hati ketika menyimpulkan sesuatu.

Hidup kita memang di kelilingi oleh penghakiman-penghakiman sebelah pihak. Begitu juga ketika kita melihat kehidupan orang lain. Kita tidak bisa menghakimi kehidupan orang lain begini begitu sebelum kita hidup dengannya dan tahu apa yang terjadi. Tidak perlu menyimpulkan satu orang, masalah, ataupun kejadian kalau kita tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi.

 I do not know whether I hate this Monday or not! Enjoy your life.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s