I wait

Beberapa bulan yang lalu saya mengajar di sebuah lembaga training di Aceh memberikan training untuk calon-calon penerima beasiswa untuk kelas Amerika. Mereka di berikan kesempatan training Bahasa Inggris, khususnya TOEFL iBT selama 2 bulan setengah, sebelum melamar ke universitas yang mereka tuju. Karena biasanya setiap universitas meminta nilai TOEFL iBT setinggi 80 sebagai karcis masuk ke universitas mereka.

Antusias para peserta sangat luar biasa. Ini terbukti dari mereka yang mau berkorban untuk mendapatkan semua mimpi mereka jadi kenyataan. Pengorbanan itu tidak sedikit dan sangat tidak tanggung-tanggung ketika ada yang berani keluar dari pekerjaan mereka, pengorbanan keluarga, uang dan sebagainya. Insya Allah, pengorbanan kalian terbayar suatu saat nanti.

Training Bahasa Inggris adalah persiapan awal selain persiapan pengisian form, ikut test TOEFL, test GRE dan sebagainya. Ternyata untuk mendapatkan apa yang kita mau tidak segampang kita membalikkan telapak tangan. Toh kita juga bukan tuhan dengan kekuatan Kun Fa Ya Kun yang sanggup menjadikan apapun dalam seketika. Perjuangan, pengorbanan, kesabaran dan usaha yang keras sepertinya menjadi satu paket besar yang harus mereka jalani.

Semua orang mempunyai mimpi besar: ingin punya rumah, ingin punya mobil, ingin punya perusahaan, ingin punya bisnis, ingin kuliah ke luar negeri, dan keinginan lainnya. Semua mimpi besar tidak bisa di dapatkan dengan usaha kecil. Mimpi besar harus dengan usaha besar. Karena yakinlah Allah selalu memberikan segala mimpi kita selama kita mau berusaha. Bagaimana Allah memberikan mimpi kita menjadi nyata ketika usaha kita masih saja nol. Kalau kita mempunyai mimpi 10 dan usaha kita masih 5, apakah mimpi kita akan terwujud? Kita yakin bahwa dengan mimpi besar usaha kecil maka ini tidak akan terjadi.

Ketika memberikan workshop di Dayah Juemala Amal buat siswa-siswa Madrasah Aliyah saya juga memaparkan kepada mereka. Bagaimana mimpi saya ke Amerika bisa terwujud? Pertama saya bermimpi besar, saya berdoa, saya berusaha keras, saya belajar, saya jatuh dan saya bangun, dan yang terakhir adalah saya menunggu. Yang terakhir ini yang mungkin terasa berat bagi kita.

Kita harus menunggu. Ibarat anak kecil meminta sebuah pisau untuk bermain dengan temannya, dan apakah orang tuanya akan memberikannya? Saya pikir tidak, bentuk kepercayaan itu diberikan ketika dia sudah siap dan matang untuk memegang pisau itu. Begitu juga dengan mimpi kita. Hal yang paling berat untuk meraih mimpi adalah “menunggu”, yaitu menunggu kapan mimpi itu datang di saat yang tepat untuk kita.

Tulisan ini khusus saya persembahkan buat anak-anak training LPSDMA kelas A yang sedang meraih dan mencari mimpi kalian. Ingat, bukan usaha dan proses kalian yang membuat kalian berat melalui ini semua akan tetapi bagaimana ” kesabaran kalian dalam menunggu” untuk semua ini,

Keep waiting and moving. Insya Allah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s