: an Illusion dream–

Entahlah aku kembali membuncah di malam yang semakin pekat menyergap bumi. Hatiku kembali bertanya-tanya akan sebuah mimpi yang aku sendiri saja masih terombang-ambing dengan itu semua. Ada sebuah rasa di hati ini dimana aku ingin semua itu bisa terjadi dengan tidak ada pertarungan hati yang sudah seharusnya bisa berdamai sebentar saja. Tetapi akhirnya aku sadari, hidup adalah nama lain dari sebuah lakon yang tidak berujung.

Seminggu ini aku terus bertarung untuk sebuah mimpi, yang aku bisa definiskan lebih lanjut adalah “mimpi ilusi” yaitu mimpi yang aku sendiri saja tidak tahu. Terkadang aku ingin mengakhiri ini semua. Alasanku tidak datang begitu saja dengan sebuah kesimpulan sekali waktu, tetapi aku selalu melihat keadaan  dan kualitas diriku. Semuanya seperti tembok besar yang menghalangiku akan sebuah perjalanan itu. Nafasku seperti sesak ketika memikirkan bahwa perjalanan itu bak menaiki ribuan anak tangga yang meninggalkan lelah, capek, dan keputusasaan. Tetapi satu sisi dalam tubuhku berhasrat penuh akan mimpi itu. Namun, aku menyadari kalaupun seribu tahun aku diberikan waktu untuk meraih itu semua, belum tentu juga aku bisa meraihnya.

Selalu ada harap, dibalik keputusasaanku untuk sebuah mimpi itu. Karena semakin aku hidup semakin aku tahu bahwa tidak semuanya yang aku seharusnya dapatkan menjadi hak untukku. Terkadang aku berpikir bahwa ketika mimpi ini tidak dirancang untukku dan menjadi milikku maka aku akan menjadi manusia yang paling beruntung dimuka bumi ini. Entahlah, aku melihat sering dunia ini tidak mempunyai hukum yang seimbang, atau tidak adil lebih tepatnya. Lihatlah, banyak orang yang seharusnya tidak berhak mendapatkan tetapi justru dia mendapatkan. Sebaliknya, orang yang seharusnya mendapatkan tetapi tidak mendapatkan. Dan banyak juga yang tidak mungkin menjadi mungkin. Aku berharap hukum yang tidak mungkin menjadi mungkin itu bisa aku dapatkan dalam hidup ini.

Aku semakin bingung ketika aku menyadari bahwa mimpiku semakin hambar ketika orang-orang di sekelilingi ku mempertanyakan akan mimpi besarku itu. Lambat laun aku semakin goyah, walaupun ku tahu bahwa aku semua yang menentukan mimpiku bukan mereka. Tetapi, ketika aku bimbang dengan segala bentuk keapatisan dan ketidakjelasan, dan mereka bertubi-tubi menanyakannya maka seolah-olah mereka telah mengambil sebuah energy yang telah ku kumpulkan bertahun-tahun untuk membentuk harapan ini.

Aku semakin hari semakin gila dengan kenyataan ini. Aku bermimpi tetapi seolah-olah aku tidak mempunyainya. Jujur, aku sering apatis terkadang melihat kondisi ini. Aku tidak berani melangkah walaupun aku tahu banyak sinar mentari yang membawa pengharapan besar disana. Aku bahkan tidak juga mau mundur untuk mengakhiri ketidak jelasan ini. Aku terhenti total di sebuah langkah yang tidak begerak untuk perjalanan mimpiku ini.

Sudahlah, hidup ini terkadang misteri. Tidak tahu apa yang akan terjadi di kehidupan kita. Aku sebagai manusia hanya bisa berusaha dan melakukan yang terbaik. When you do something, do with the best you can do!!!!

“Re-wiring my mind to write. Benar, semua butuh waktu dan practice. Lama tidak menulis. So clumsy dan mentok ide banget”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s