Ketika aku mendefinisikan cinta

Aku telah memilih dirinya untuk melangkah bersama bintang dan asa. Disaat itu juga hati ini telah membentuk satu butiran harap bahwa duniaku bukan hanya sebebas yang pernah aku pikirkan. Aku tidak sebebas merpati diangkasa yang pergi pagi pulang malam. Aku telah terikat dengan sebuah cinta yang telah kubentuk. Tidak mudah membentuk cinta ini ketika semuanya harus kumulai dari sebuah langkah nol menuju ratusan langkah pasti kedepan. Disaat aku mencintainya, bukan berarti ketika itu juga aku sudah mapan dan siap. Tidak! Aku masih harus merangkai berlipat-lipat asa bersamanya. Aku sebenarnya masih ada janji untuknya sampai kami terpisah.  Aku hanya ingin membuat dia bahagia. Titik, tidak perlu tahu bagaimana aku bisa melakukannya.

Dia memang tidak sempurna seperti kalian semua, tetapi aku tidak berharap banyak ketika dia telah hadir diduniaku. Karena aku juga bukan seorang malaikat yang bisa dan mampu menjadi sempurna dibalik ribuan kesalahanku. Aku tidak ingin dia pergi ketika dia tahu bahwa aku bukan yang terbaik untuknya. Tapi aku hanya bisa mengatakan bahwa inilah aku apa adanya. Karena itu adalah cinta.

Aku tahu tidak mudah memilih seorang malaikat hati. Aku pernah mengatakan kepadanya mungkin, bahwa cintaku bukan cinta mahal. Aku hanya butuh sebuah cinta sederhana yaitu dia mau menerimaku apa adanya. Kalaupun suatu saat nanti harus dicoba sang kuasa. Aku mau dia menghapus air mata ini, aku mau dia selalu didekat dan memberikan satu langkah pasti tentang kehidupan. Aku mau dia selalu memberikan senyum untukku. Aku mau dia selalu mendekatkan tubuhnya untukku. Aku hanya ingin dia tidak  menyentuh hati ini dengan sebuah kata-kata penyedih yang memilukan hati ini. Mungkin lebih tepatnya, aku ingin selalu dia hadir dalam kehidupan ketika awan tidak hanya bersinar, tetapi ketika awan muram durja. Ini juga yang aku namakan cinta.

Tuhan, izinkan dia bersamaku membentuk dunia baru yang benar-benar baru untuk kami berdua. Dunia yang penuh dengan cinta, maaf, hormat, menghargai, percaya, jujur, membantu. Dunia yang hanya kami berdua yang tahu. Kalau engkau izinkan dia mala mini bersamaku.  Maafkan semua kesalahan masa laluku.

 

Tulisan singkat di malam yang sudah semakin pekat membentuk dirinya.

Masih belum tahu apa yang ingin aku lakukan untuk dunia ini.

20 Agustus, 2012.

9:57 Am

@ oh iyaa.. Terinspirasi dari tulisan seorang teman blogger “ The Nick, Si Hujan”

Advertisements

2 thoughts on “Ketika aku mendefinisikan cinta

  1. Eaaa…..*terharu..#serius
    Romantis banget mas…
    Aku yakin “dia” ga akan mampu menahan gejolak cintanya buatmu kalo baca ini mah…
    Hmm..aku doakan, dia akan menjadi yang pertama dan terakhir untukmu..begitu pula dirimu di hatinya…forever lasting…
    Hingga kelak..saat kalian melangkahkan kaki di tempat yg sama pada rentang waktu yg jauh berbeda…maka hanya cintalah yg menjadi energi kalian untuk saling menopang dalam usia senja…
    Bahagia untukmu selalu kawan…:D
    Doakan aku juga yah…

  2. Iya terima kasih ya Nick atas doanya. Sabtu ini pada nikahan dan langsung resepsi. Mohon doanya segala urusan dimudahkan. Dan aku doanya jga nick akan segera menyusul.

    Oh iya, mengenai kadonya, dikirim aja juga bisa. Ntar alamat saya kasih ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s