PNS, Korupsi, (Kredit), dan Nafsu

Pegawai Negeri Sipil atau nama on airnya PNS tetap asyik menjadi bahan gossip. Kalau saja di buat infotainment tentang PNS aja di TV, tetap aja banyak berita yang di kupas, apakah itu masalah kinerja mereka, masalah skill, masalah konflikl, atau mungkin yang paling seru mengupas strategi mereka dalam hal korupsi.

Berbicara Korupsi di sebuah instansi pemerintahan, sebenarnya itu adalah ide klasik yang bosan untuk dibahas. Karena ujung-ujung pasti bermuara akan kebutuhan mereka dengan gaji yang tidak sesuai. Tetapi, konsep korupsi yang di lakukan pegawai-pegawai selama ini, kalau bisa saya katakan, karena kebutuhan nafsu yang sudah sangat membutuhkannya. Kalau kita melihat sesuatu dengan kaca mata “ nafsu” maka apapun itu tidak akan selesai atau terpuaskan. Kalau saja diberikan dunia, maka kita akan meminta planet lain. Begitu dasyatnya kalau manusia sudah memimpinkan nafsu.

Jadi, sekarang pegawai banyak melakukan korupsi, apakah karena desakan kebutuhan mereka atau desakan kebutuhan nafsu? Kembali mengaca diri.

Mengapa judulnya PNS, Korupsi, dan Kredit? Karena saya melihat kredit bisa menjadi salah satu element yang menyebabkan para PNS melakukan korupsi. Bisa kita katakan bahwa benih-benih korupsi karena kebutuhan kredit mereka yang harus tutupi setiap bulannya. Kredit mobil, atau rumah misalnya. Setiap bulan mereka harus membayar ke pihak kredit dengan jumlah tertentu, dan sedangkan kebutuhan rumahnya juga sama pentingnya. Terkadang tidak bisa tercover atau pun terhandle semuanya. Karena kurangnya dalam manajemen keuanga, maka menginisiasikan si pegawai untuk melakukan sedikit kecurangan untuk itu semua.

Mengaca diri dengan keadaan adalah sangat penting, jangan karena ingin rumah mewah, kita rela memaksa diri diluar batasan gaji kita dalam sebulan. ‘Nafsu besar Tenaga Kurang’, ungkapan klasik yang cocok untuk orang-orang yang nafsuan. Apa lagi sekarang semakin maraknya DP ( Down Payment) yang sangat murah untuk mendapatkan sesuatu yang kita miliki. Kita ambil contoh saja. pembelian motor, siapa pun yang mempunyai uang saku 1 atau 2 juta sudah bisa membawa pulang motor. Atau mempunyai uang 5 juta bisa membawa pulang mobil. Mengiurkan bukan?

Sebenarnya saya lebih setuju bahwa korupsi, bukan karena menunggaknya kredit mereka yang sudah jatuh tempo, akan tetapi, karena nihilnya pengontrolan diri kepada nafsu yang di punyai.

Hanya sekedar opini di siang oblong. Anda setuju atau tidak? I dont care 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s