Mereka menyebutnya Khalifah!

Semua bermula semenjak aku melepaskan tangisanku pertama ke dunia ini. Aku, mau ataupun tidak, saat itu telah menanda tangani sebuah MOU tidak langsung akan perjalanan hidupku kedepan, yaitu perjalanan hidup yang penuh dengan tanggung jawab. Pernah terbesit sesekali, bagaimana kalau aku tidak dilahirkan? Apakah tugasku seberat apa yang aku pegang sekarang?

Tetapi, bukan itu sekarang yang menjadi goncangan hati ini. Aku melangkah kebumi, dengan sebutan dan julukan yang begitu indah yaitu “Khalifah Tuhan”. Tetapi, julukan itu hanya omong kosong saja bagiku. Khalifah apaan yang sedang aku sandang, kalau diri sendiri saja masih belum becus dan masih sangat amburadul.

Tuhan memang memberikan julukan itu dengan sebuah harapan. tetapi, aku malu dengan penggelaran nama itu dengan tidak memberikan yang terbaik apa yang seharusnya aku lakukan. Aku sedang dalam kondisi lemah yang sedang mengalami transformasi  jiwa dengan khalifah yang diingin tuhan dengan perbenturan dengan khalifah yang aku buat sendiri.

Aku sebenaranya malu dengan apa yang aku bawa. Aku membawa beban terberat yang pernah tuhan berikan kepadaku. Aku pikir ini hanya tanggung jawab biasa, yaitu hanya sekedar tanggung jawab sementara waktu. Tetapi, pe-lebel-an akan sebuah nama dengan murni dari tuhan, seharusnya menjadi kan kita lebih baik lagi menghadapi hidup ini. Tanggung jawab kita tidak hanya hidup tetapi juga  bagaimana menghidupkan orang lain. Tidak hanya belajar akan tetapi bagaimana mengajari orang lain. Itu juga tugas khalifah, begitu kata tuhan.

Kalau aku bisa, maka aku akan mengundurkan diri dari penyandangan gelar itu. Apa arti sebuah nama kalau nama itu bukan untukku. Tetapi, mau atau pun tidak, tuhan telah menetapkan sebuah ketetapan, walaupun terkesan sebelah pihak, bahwa manusia siapapun itu adalah seorang makhluk pengubah yang bisa mengubah apapun yang dia rasakan, lihat, ataupun dia  dengar. Bahwa manusia adalah makhluk agung yang pernah tercipta untuk medistorsikan dan juga mentransmisikan apa yang dipunyainya kepada orang lain.

Tidak perlu mengartikan khalifah dengan sebuah definisi yang sulit untuk di definisikan, Karena ketika hidup dengan membawa suatu keyakinan untuk mengubah sesuatu yang tidak baik menjadi baik, itu juga misi khalifah dimuka bumi ini. Tidak perlu panjang kalau kita mau tahu apa seharusnya tugas kita dimuka bumi ini. Lihat diri perlahan-lahan bahwa ketika tahu siapa diri kita, mau kemana kita, dan apa tujuan hidup kita. Itu dia misi khalifah sebenarnya.

Tulisan singkat ketika malam masih begitu belia

May 13 7:30

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s