Pelajaran dari sebuah iPhone

Aku menemukan sebuah ilustrasi hidup dari Iphone yang aku gunakan selama ini. Cerita ini bermula ketika aku pulang ke Indonesia. Sistem kontrak dari iPhone yang aku gunakan di Amerika menyusahkanku untuk menggunakan provider operator yang ada di Indonesia, misalnya Telkomsel, Axiata, ataupun Indosat. Akibatnya, selama hampir 4 bulan iPhoneku tidak bisa digunakan untuk menelpon ataupun SMS kecuali memanfaatkan aplikasi lain, seperti dengar musik dan main game.
4 bulan aku mencari solusi bagaimana bisa mengunlock atau menggunakan itu kembali, solusi itu di mulai dari mencari informasi ke internet menanyakan ke teman-teman, sampai mengikuti blog-blog teman yang membahas tentang bagaimana unlock yang aman.
Hingga suatu saat, dibulan keempat (atau bulan 4 saya off dari penggunaan iPhone) dimana saya mendapatkan informasi dari blog teman-teman tentang software terbaru yang bisa digunakan untuk me-unlock iphone. 3 hari 3 malam saya sering berada di warung kopi yang ada wifi nya untuk bisa  mempermudah akses itu semua. Saya baca dan mengikuti semua blog dan mereview dari keberhasilan dan kegagalan dari sebagian teman, karena dari beberapa keluhan teman, banyak tidak bisa me-unlock telponnya dengan berbagai macam alasan. Dengan penuh harap saya mencoba mengikuti semua prosedur yyang di berikan tetapi tetap saja tidak bisa diakses sama sekali. Hingga sampai pada suatu titik saya menyerah, ketika saya mencoba dan untuk terakhir kalinya dan saya sudah berjanji kalau itu tidak bisa saya akan berhenti untuk memperbaikinya.
Ternyata, di akhir keputus-asaan saya, akhirnya keberhasilan itu terjadi, tersenyum puas dan senang menghiasi diriku. Saya benar-benar menyadari bahwa saya belajar banyak akan ini semua, karena ketika satu cara yang satu gagal saya mencoba cara yang lain. Bukan kah disitu proses tahapan pembelajaran ilmu tidak langsung diberikan Tuhan? 
Pelajaran:
Begitulah hidup kita, segala cobaan sengaja di buat tuhan, supaya kita diberikan pelajaran dan memperkaya kita dengan berbagai pelajaran. Padahal kalau kita mau mempelajarinya bahwa tuhan sedang mengajari kita hidup dengan sempurna. Tergantung bagaimana kita semua menghadapinya.
Proses tahapan pembelajaran memang harus di mulai dari nol, semakin banyak yang kita coba maka semakin banyak tahu bahwa belajar bukan dalam sekejap mata, butuh waktu karena disini tidak ada sistem evolusi yang cepat.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s