Suara Hati:Pilkada Aceh 9 April

Pilkada sudah berakhir, tetapi hawa-hawanya masih saja tericum saja sampai sekarang. Berita tentang politik Aceh akan Pilkada sudah heboh semenjak beberapa bulan yang lalu. Penundaan Pilkada yang sudah beberapa kali juga menjadi berita hangat sangatitu, banyak yang berpikir masalah keamaan Aceh atau apalah saat itu.

Pilkada telah usai, PA atau Partai Aceh nangkring di nomor wahid, walaupun keputusan kemenangan mereka belum final. Tetapi hasil dari Quick counts dari berbagai versi menyatakan mereka telah menjadi nomor satu. Kehadiran PA dari awal juga sudah sangat kontroversial. Mungkin bukan kontroversial tetapi lebih kepada keagresifan mereka untuk memenangkan kandidiat mereka di pencalonan gubernur.

Headqueater yang berdomisili persis dekat dengan rumahku menyebabkan aku sedikit tahu langkah-langkah mereka dalam dunia perpolitikan Aceh. Walaupun, jujur, aku sangat benci dengan politik, tetapi kehadiran mereka disamping rumahku menjadi rumour bagi orang sekeliling dan bahan renungan dan penilaianku akan partai yang satu ini.

Mengapa aku katakan agresif, mungkin cara mereka untuk pilkada ini tidak terlalu professional, terkesan egois, sedikit amburadul, dan ugal-galan akan manajemen partai mereka. Entah mengapa dari beberapa orang yang kujumpai mengatakan sama akan keegoisan dan ketidak sopan mereka dalam dunia politik di Aceh. Selalu saja, yang menjadi kelinci percobaan adalah rakyat-rakyat kecil yang tidak tahu menahu akan dunia politik. Apalagi diberikan janji-janji manis, rakyat akan mudah terpengaruh dengan apa yang dikatakan. Kampanye menjadi ajang pembualan masal oelh calon atau kandidat. Terkadang benci melihat mereka dengan gampangnya mengatakan apa yang tidak pernah mau mereka lakukan. Tetapi itu dia. Menurutku dunia politik is bullshit dan kotor selalu bermain dalam lingkaran setan.

Berita kemenangan mereka juga sudah bisa di prediksikan jauh-jauh hari dari bagaimana mereka mempromosikan partai mereka ke rakyat-rakyat. Yang mengejutkan, ketika semua orang dari seluruh Aceh berbondong-bondong mendatangi Banda Aceh mengusung bendera PA hanya untuk mendengar deklarasi PA. Berbondong-berdondong dari seluruh Aceh hanya untuk itu? Apa yang sebenarnya terjadi dibalik itu. Hipnotis apa yang digunakan organisasi ini untuk itu. Apakah massa dengan rela atau ada cara lain yang dilakukannya? Apa yang sebenarnya terjadi. Berita intimidasi yang dibuat PA menjadi berita hangat dalam beberapa hari. Dan pengusulan untuk pemilihan untuk kedua kali juga sedang asyik-asyiknya di gelakkan. Berita lain adalah ada beberapa kantor dan mobil dari KIP yang dibakar oleh massa akibat kekecewaan proses pilkada pada tanggal 9 April.

Sebagai orang awam yang nihil akan politik, saya melihat ini semua menjadikan pelajaran untuk kita bahwa ketika politik sudah tidak demokrasi lagi jangan harap dia akan bersih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s