TERIMA KASIH ALLAH!

Alhamdulillah,

Itu yang bisa terucap ketika goresan-goresan tulisan tugas terakhir terselesaikan sudah. 2 minggu sebelum itu bahkan sempat susah tidur karena memikirkan tugas-tugas itu, bukan karena tidak sanggup menyelesaikan akan tetapi dilanda kemalasan yang sangat berat. Wajar sebenarnya, karena dalam beberapa minggu kedepan aku akan kembali ke tanah air. Ketika seseorang dilanda kerinduan yang sangat ganas, semua energinya akan tertuju kepada kerinduan itu melupakan yang lain. Bisa di katakan aku mengalami itu, tidak bermaksud lebay, tetapi aku yakin semua pernah mengalami keadaan seperti ini, apa lagi merantau dalam jangka waktu yang sangat lama.

When you are almost getting to a dream that you dreamt of, you might not be able to believe of your prior accomplishments.

Hampir tidak bisa menyangka, sudah 2 tahun lebih aku belajar di Amerika. Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa aku akan meniti ilmu di negara kapitalisme ini. Tetapi aku selalu menanamkan prinsip hidup bahwa Life is about mistery. Hidup selalu dalam bentuk misteri, kapanpun dan dimana pun. Walaupun kita menyadari bahwa kita yang mengatur semuanya akan tetapi Allah lah yang memberikan semuanya yang telah kita atur. Walaupun aku pernah mengajar Bahasa Jepang selama 5 tahun, yang aku impikan saat itu adalah Jepang, tetapi Allah memberikan lebih dari Jepang.

Awal tahun ketika aku tiba disini, mungkin aku pernah berteriak untuk menyerah. Berteriak akan kebodohan aku bersama-sama civitas muda yang berintelek disini. Sempat berbulan-bulan mencari jati diri, karena sering terkungkung dalam permainan pikiran sendiri. Akhirnya menyadari bahwa bodoh bukan alasan untuk bisa menjadi manusia. Iya, walaupun saat itu saya merasa “bodoh,” tetapi ketika kita sudah menjadi manusia yang agung yang konon katannya the best caliph di muka bumi ini, tidak akan pernah ada kata “bodoh”. Karena manusia adalah makhluk “pembelajar” yang selalu belajar sampai kapanpun.

Begitulah perjalanan saya di negeri ini. Mengenal alam baru, manusia baru, pendidikan yang super canggih, komunikasi yang susah menjadikan aku ibarat bayi yang sedang asyik-asyiknya belajar tentang kehidupan. Semuanya menjadi sangat lama butuh proses, waktu, dan kesabaran. Akhirnya, aku menyadari bahwa aku sampai detik ini sudah tumbuh besar tidak hanya menjadi manusia beruntung akan tetapi menjadi manusia yang bisa mengambil satu pelajaran dari setiap langkah kehidupan yang di berikan Tuhan kepadaku.

Rasa sedih dan senang bercampur menjadi satu ketika semuanya bisa menjadi kenyataan, ketika disaat yang sama orang sedang berjuangan untuk meraih mimpi yang telah aku raih sebelumnya.

Tidak ada yang bisa aku ucapkan selain TERIMA KASIH ya ALLAH. Akan semua kesempatan yang Engkau berikan, walaupun hamba tahu untuk membuat ini semua jadi nyata tidak susah bagi Engkau. Akan tetapi bukan mimpi ini yang akan melarutkan hamba akan dunia, mudahan-mudahan keberkahan ilmu menjadikan hamba menjadi manusia yang bisa berguna untuk manusia-manusia yang membutuhkan disana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s