Ketika

Ketika dua cinta berpadu padan
Hanya satu dunia yang tercipta
Satu harapan terus berharap di ujung malam
Mereka tahu bahwa cinta mereka tumbuh abadi
Kalau aku berbisik mesra bersamamu malam ini
Aku bahagia
Kalau kamu menungguku hingga malam terhempas pagi
Aku tahu itu bukan sembarang cinta
Senyummu membunuh emosiku, 
Aku bukan adam yang terbaik yang pernah ada
Tetapi,
Tujuanku sempurna dan suci wahai hawa
Untuk  menyempurnakan aku sebagai manusia
Advertisements

4 thoughts on “Ketika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s