September 27, 2011

Kutatap angkasa walaupun gelap, tetapi hatiku bertiup senang dan hambar. Tidak ada yang istimewa di angkasa malam ini, pikirku. Mungkin saja bagiku tidak istimewa, tetapi aku yakin Tuhan memberikan setiap detiknya semacam anugerah untuk manusia, tetapi manusialah yang menganggap semua tidak berbeda dari biasanya, dan tidak terkecuali aku.

Wussssss, angin menerpa tubuhku, tetapi bukan rasa damai dan nikmat yang aku nikmati. Entah mengapa, seharusnya Musim Fall tiba, suasana dan cuaca sudah seharusnya berubah menjadi sedikit lebih dingin, tetapi panas masih saja hinggap di kota kecil ini. Panas yang bercampur angin, akhirnya bukan kenikmatan yang aku alami.

Aku terus berjalan, dan dari kejauhan aku melihat temanku  orang Libya. Amar namanya, dengan berbaju panjang putih dia melangkah menuju mesjid. Dia satu satunya teman yang tetap istiqamah dengan imannya dan apa yang dia lakukan. Dan tidak lama kemudian, salah satu mobil berhenti menjemputnya menuju ke mesjid. Entah mengapa, dulu aku sering akrab berbicara dengannya, tetapi sekarang drastis kami tidak berbicara sama sekali. Aku masih beranggapan positif saja, mungkin saja kita di sibukkan dengan kegiatan kita masing-masing. Tetapi, ketika aku melihatnya, ada ribuan pikiran yang menghinggapi, aku tidak tahu dari mana pikiran itu. Aku menemukan sosok yang lain darinya. Sudahlah, biarlah dia tetap di pikiranku, walaupun aku tetap tidak bisa istiqamah sepertinya.

Mc Donald adalah tujuan perjalananku malam ini. Restaurant fast food ini menjadi tempat yang sering aku kunjungi untuk sekedar nongkrong terkadang. Dulu, ketika teman-temanku masih banyak di Amerika, kami sering hang out, sekedar makan Ice cream dan burger, kami juga sering melepas kecandaan kami dengan senangnya di sini. Tetapi sekarang aku banyak menghabiskan waktu seorang sendiri. Selain 24 jam beroperasi, Mc Donalds ini juga menyediakan wifi  gratis di barengin sebuang ruang untuk belajar di bagian selatan gedung. Hampir setiap harinya mahasiswa College Station menikmati Mc Donald ini sebagai salah satu tempat yang tidak hanya bisa makan juga bisa belajar.

Karena terasa sedikit kenyang akhirnya aku memutuskan  untuk belajar saja sambil makan ice cream walaupun menu-menu tertampang sangat mengiurkan. Ku buka laptopku kembali, dan yahoo messenger menjadi hal yang pertama yang aku nikmati.

Yahoo messenger atau YM adalah teman dekatku yang paling intim selama ini aku di Amerika, kapan pun dan dimana pun aku akan selalu bisa menikmati chat bersama teman-teman yang hampir kebanyakan di Indonesia. Chat bersama teman menjadi kebahagian tersendiri bagiku. Ketika semuanya serba sunyi dan sendiri di sini, chatting adalah satu satunya komunikasi maya yang bisa membuat aku sedikit bahagia.

Tidak lama kemudian, teman lamaku online. Sengaja tidak aku menyapanya, karena ku tahu dia juga akan menyapaku nantinya. Dan  tidak lama kemudian dia menanyakan kabarku. Tidak ada rasa bahagia ketika bisa chat dan webcam bersama teman lama. Dulu kami sering kumpul, dan  salah satu dari teman menanyakan, siapa diantara kita yang duluan menikah? Mereka semua menunjukkan ke aku. Tidak tahu alasannya mengapa, tetapi yang pasti, waktu dan nasib berkata lain. Ternyata dari ke empat teman dekatku, hanya aku yang belum menikah. Misteri dan jalan kehidupan siapa yang tahu. Sekarang mereka bahagia dengan keluarga mereka masing-masing. Walaupun kebahagian itu milik mereka bukan milikku, setidaknya kebahagianku memberikan sedikit doa untuk mereka.

Ice cream pun habis, aku pun melangkah pulang. Langit juga sesekali bergemuruh, hujan menerpa bumi dalam waktu dekat, pikirku. Walaupun ketika aku melangkah keluar dari apartemen terasa panas, dan sekarang ketika aku beranjak pulang dari Mc Donald bumipun menjatuhkan airnya dikit demi sedikit. Siapa yang menyangka akan terjadi hujan. Maha Kuasa Engkau ya Allah yang mengatur akan segalanya.

Kupercepat langkah agar hujan deras tidak menimpaku.

____________

“ Kegiatan yang aku sengaja tulisanku dalam bentuk cerita selama 4 jam. Ternyata begitu banyak cerita, anugerah, kebahagian, nilai, hikmah, pelajaran dari setiap langkah kehidupan kita.Lihat kiri dan kanan, lihat lingkungan  dan  alam sekitar. Kita sering terlupakan bahwa setiap langkah kita selalu saja “anugerah”, akan tetapi karena kita penikmat keegoisan yang tinggi akan dunia ini, maka anugerah itu sering kita lupakan”

Advertisements

2 thoughts on “September 27, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s