Apa salahnya kalau…

Setiap orang punya cerita. Cerita kehidupan hanya kita dan tuhan yang tahu. Tetapi ketika cerita itu menjadi pelajaran untuk kita dan orang lain, maka cerita itu akan terus menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan. Begitu juga dengan saya. Cerita, seorang manusia biasa yang di pilih Allah, untuk mendapatkan rejeki dengan kuliah ke Amerika.

Tidak pernah sedikitpun terlintas bahwa Amerika menjadi tujuan saya mengambil master. Misteri kehidupan siapa yang tahu, rejeki seseorang siapa yang bisa mengira. Satu hal, sebagai seorang Muslim, sudah sejatinya kita mempelajari konsep-konsep rejeki dari Allah, dan juga konsep kehidupan ini. Ketika Allah mengatakan iya, maka tidak ada satupun manusia yang yang mengatakan tidak. Begitu juga sebaliknya. Sama juga ketika saya dinyatakan lulus kuliah ke Amerika. Saat itu saya merasakan saya tidak berhak mendapatkan beasiswa ini, mengingat kemampuan saya masih di bawah standar untuk bisa kuliah di amerika. Tetapi Allah, sang pencipta manusia, ternyata lebih mengetahui keadaan kita dari pada kita sendiri. Mungkin saja menurut Allah, saya bisa mengatasi semua rintangan dan halangan yang akan terjadi nantinya. Ketika kita sudah bisa mempelajaria bahwa rejeki itu bukan dari manusia, maka tidak akan ada rasa egois akan sebuah kesuksesan yang di dapatkan oleh orang lain, tidak ada rasa benci ketika orang lain lebih kaya dari kita. Bukan harta itu yang seharusnya menjadi tujuan kita, tetapi bagaimana kita mempertanggung jawabkan semua yang telah kita dapatkan dari Allah, sekecil apapun itu.

Ya begitulah kalau Allah sudah mendapatkan persetujuan dari Allah. Semuanya menjadi indah. Tidak bosan-bosannya saya mengatakan bahwa, semuanya berawal dari Allah, dan sudah semestinya kita manusia kembali lagi kepada Allah dalam setiap langkah dan nafas kehidupan kita. Allah mengatur kehidupan lahir dan bathin kita. Mengapa kita sering melupakan dan melukai perasaan Allah dengan tidak mensyukuri apa yang telah di berikan.

Contoh kelulusan saya ke Amerika bagi Allah bukan hal yang besar. Allah bisa melakukan apa saja dalam satu kedipan mata kita, yang mungkin saja tidak pernah juga terpikirkan kepada kita bagaimana itu bisa terjadi. Tetapi lagi dan lagi. Allah ingin melihat segala upaya dan keras keringat kita kepadaNya atas limpahan rejeki yang di berikan.

Cerita kita, rejeki kita, masa depan kita semua ada ditangan Allah. Walaupun saya masih belum bisa bagaimana mengenal Allah dengan sesungguh-sungguhnya, saya akan terus berproses dan belajar untuk menuju itu semua. Amin

Insya Allah ya Allah.

Tersadarkan, sedetik saja hamba tidak mengingat MU, langsung rasa ini di kerumuti gelisah dan bimbang. Ya Allah bimbing hamba menuju MU.

Advertisements

4 thoughts on “Apa salahnya kalau…

  1. subhanallah..
    wih, bentar lgi beres. asyeeekkk, bentar lgi balik tanah air dungz.
    well, ditunggu oleh2nya yah. wkwkwkkwkwkkk.
    #ngarep.com

    hm, serasa lama absen menjejak di rumah ini. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s