Malam Semakin Menua

Malam semakin menua, suara jangkrik juga semakin menjauh. Bintang-bintang semakin indah ketika malam semakin pekat. Bulan ternyata sedikit buram malam ini. Mungkin saja mendung menghujani bumi. Aku kembali terbaring dengan ribuan pikiran menghadang. Entahlah, apa yang aku pikirkan malam ini.

Beginilah malamku saat ini. Pikiranku benar-benar membuas, menjalar kemana-mana. Aku bak seperti raja yang memikirkan nasib rakyatku. Aku bak seperti kepala keluarga yang memikirkan keadaan masa depan anakku. Aku bak seperti rektor yang memikirkan keadaan universitasku. Liar, begitu liar sudah pikiran ini. Menjadi tidak terbendung sudah. Karena dia sudah meluas, tidak bertujuan dan bertepi. Pikiran ini selalu mencoba membuat satu definisi sendiri akan sebuah masa depan yang jelas jelas gaib bagi ku. Pikiran ini mencoba membunuh semuanya kehidupanku yang dulunya tenang. Kalau saja aku bisa beberapa detik saja menghilang dari pikiran ini. Aku pastinya akan sangat bahagia.

Malam ini, jiwaku kembali membuncah. Aku akui itu, aku kembali jauh dengan Sang pemilik dunia. Seperti nya, hilangnya Ramadhan, maka hilang juga cintaku kepada agama. Aku sadari, ketika jiwa ini tidak tenang. Aku sedang menyembah dunia!

Tuhan, berikanlah aku satu janji keputusan yang pasti akan kehidupan ku kedepan. Kegelisahan bukan kehidupan  yang tenang untuk di jalani. Hidupku ternyata sangat rapuh tidak seperti aku bayangkan. Aku masih labil membuat satu keputusan, yaitu keputusan untuk hidup bahagia.

September 17,2011 — Terlihat waktu mendekati 1: 15 pagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s