Just a lesson

Ku jumpa pagi di Senin ini dengan sedikit perasaan malas yang menghipnotiskan jiwa ini. Seharusnya pagi yang indah bisa memberikan sedikit warna semangat untuk diriku menjalani hari. Tetapi ku paksa lagi untuk merebahkan lagi setelah shalat subuh. Aku sadar bahwa pagi diluar sana sedang menunggu ku memberikan sedikit aroma harapan dan senyuman untuk menjalani hari-hari yang indah di kota College Station yang sebentar lagi akan aku tinggalkan. Ternyata, tekad dan komitmenku masih kecil sekali. Tekad dan berkomitmenku di buat hanya untuk dilanggar. Ingin ketawa sendiri dengan kehidupan seperti ini. Atau lebih baik untuk tidak berkomiten sepertinya. Sudah 3 hari ini aku telah menyiakan-nyiakan waktu. Waktu berjalan dengan kesia-siaan dengan tidak memberikan tambahan ilmu maupun amal untukku.

Hari berganti hari, walaupun sering kusadari hidupku bak tidak berubah sepert hari-hari sebelumnya. Tetapi, ternyata hidup ini selalu berganti walaupun satu detik kita lewati. Kita kurang menyadari itu. Semua orang akan menyesal ketika hari tua menjelang dimana menghabiskan masa muda yang sia-sia. Bukan kah waktu yang menolong kita dari masalah hidup dan dia juga yang membunuh kita nantinya. Ada sedih ada senang, ada kesuksesan ada kegagalan. Ada kejayaan ada kemiskinan. Itu semua adalah permainan waktu. Waktu adalah neutral, itu yang seharusnya kita tahu. Waktu tidak akan berubah semenjak diciptakan Allah sampai waktu itu berakhir suatu saat nanti. Mengapa kita sering menyalahkan waktu atas kegagalan kehidupan kita. Mengapa kita sering sedih ketika waktu terlewat begitu saja dalam kehidupan kita. Kita sendiri yang mempersepsikan kehidupan ini dengan merasa “ Hari ini adalah hari yang sial bagiku”. Kalau saja waktu ada yang sial dan ada yang tidak, mungkin orang akan berbondong-bondong akan mencari waktu yang tidak sial itu. Kita sendiri yang membuat hidup kita itu sedih atau senang. Kita sendiri yang menjerumuskan hidup kita kedalam dilemma yang mendalam ketika masalah yang terjadi.

Kita tidak perlu mempersepsikan akan waktu yang telah kita lewati. Waktu yang telah kita lewati semuanya adalah hanya sebuah pelajaran hidup. Tidak ada kesuksesan dalam kehidupan kita melainkan itu sebuah pelajaran dari Allah. Tidak ada sebuah kesenangan melainkan itu sebuah pelajaran, begitu juga dengan kesedihan. Terus untuk apa semua pelajaran itu? Semua pelajaran mengajarkan kita bahwa manusia adalah makhluk yang terus dan harus belajar untuk sesuatu. Ok, kita perjelas apa sesuatu itu, yaitu belajar untuk mengenal Tuhan. Yaitu mengenal waktu yang telah Tuhan berikan. Siapapun manusia itu akan mendapatkan waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari. Tetapi mengapa dengan waktu itu ada sebagian orang sukses dan sebagian orang bisa gagal. Dan itu semua tergantung bagaimana waktu yang kita lewati. .

Jadi,

Waktu adalah anugerah manusia dari Allah yang jarang sekali kita renungkan manfaatnya. Ternyata waktu pula yang menjadikan kita siapa dan bagaimana kita kedepan. Tetapi waktu yang selalu yang di gunakan untuk mengenal tuhan dari apapun yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari itulah waktu yang sangat di suka Allah.

Mudah-Mudahan kita selalu bisa mengunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengenal tuhan lebih dalam lagi . Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s