Kanker tulangku :(

Dua bulan yang lalu, langkahnya terseret halus tetapi masih bisa berjalan walau harus menahan rasa sakit yang begitu dalam. Tetapi bukan langkahan yang sempurna, hanya langkah patah-patah karena kesempurnaan kakinya sudah hilang. Semenjak mengindap penyakit kanker tulang sepuluh tahun yang lalu, tidak hanya kakinya yang lumpuh, tetapi sekarang sedikit demi sedikit tubuhnya bak di makan rayap, kurus kering menghiasi tubuhnya. Begitu adanya, bukan dia tidak berasupan makanan dan vitamin, akan tetapi penyakit kanker yang terkenal dengan pembunuh nomor satu di dunia telah mengambil daging pembalut tubuhnya. Bukan maunya, tetapi begini adanya hidup pria itu.

2 minggu yang lalu nikmat melangkah walaupun itu masih patah-patah hilang sudah. Sekarang Joe, begitu paggilan akrab temannya, harus menerima takdir mentah-mentah karena semua kemampuan dia berjalan hilang sudah dan menetap resmi di tempat tidur. Air matanya sesekali terlihat, bukan menangisi hidupnya tetapi tangisan menahan rasa sakit yang perih. Tulang nya bak di gergaji kalau sakit itu kambuh. Tidak ada yang bisa di lakukan, hanya tangisan dan itu pun tangisan ringkihan yang sangat lemah.

Sudah hampir 4 tahun, tidur nyenyak tidak ada di dalam kamus hidupnya. Insomnia tingkat tinggi menjalar ke tubuhnya. Tetapi bukan itu maunya, rasa sakit itu membuat dia harus rela untuk tidak bisa tidur. Mungkin dia lupa sudah bagaimana nikmatnya tidur. Tiap malam, di gubuk sederhana, bersama bapaknya, hanya bisa berdoa dan mengusap air matanya yang sepertinya mulai mengering. Dokter bukan alternative lagi sebagai pengobatannya, karena harapan itu tidak mungkin. Terlahir sederhana dan hanya tersisa dengan bapaknya yang sudah tua yang bersandarkan kehidupan akan keikhlasan para tetangga membiayai kehidupan mereka. Jangankan dokter untuk berobat, untuk makan mereka harus menunggu dari tetangga yang tulus memberikannya. Semua harta benda habis sudah membayar pengobatan Joe, tetapi hasilnya masih sama.

Bapaknya juga sudah sangat tua untuk bekerja, penyakit komplikasi menyerat tubuhnya yang sudah tua. Tidak ada yang bisa di lakukan mereka, hanya menangisi, berdoa, dan pasrah dengan kehidupan ini. Mungkin menurut mereka, dengan keadaan seperti itu sang tuhan mau memberikan sedikit mukjizat kepada mereka. Tetapi dibalik itu semua  selalu ada rasa putus asa, benci dan harapan. Karena pengalaman mereka hidup dalam keperihan seperi ini sudah hampir bertahun-tahun dan tidak ada sedikit pun perubahan karena itu  harapan untuk berubah itu sangat kecil

Malam ini Joe kembali tersakiti dengan kambuh penyakit tulangnya. Tidak ada lagi airmata, tetapi wajahnya sesekali terlihat menahan rasa sakit itu. Di sela  itu dia berucap, “ Ya tuhanku, kalau ini cobaan bagiku, tabahkan lah aku, kalau tidak ambil aku malam ini dengan membawa nama-MU.”

Advertisements

10 thoughts on “Kanker tulangku :(

  1. Membacanya membuatku belajar arti dari nikmat sehat yg tak bisa diganti dengan apapun… Bersyukur dan terus bersyukur…. Nice posting mas iqbal…. 🙂

  2. Miris aku membayangkannya kalo kenyataan dari cerita itu ada…. tetapi satu pelajaran yang bisa aku ambil dari cerita di atas… kita harus pandai-pandai bersyukur dengan keadaan kita yang sekarang ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s