Kekasihku Hilang :(

Dulu kisah sedih itu muncul ketika aku mendapatkan satu hadiah. Nah, kok bisa sedih gitu ya. Dapat hadiah tetapi bisa sedih gitu? Iya gini ceritanya. Dulu, sekitar 1 tahun yang lalu, aku pengen banget punya sepeda. Ingin kayak bule-bule juga ke kampus naik sepeda, merasa gimana-gimana gitu :D. Alhamdulillah niatan untuk beli sepeda terwujud setelah penantian sekitar berapa bulan. Aku anggap ini sebagai hadiah dari Allah gitu ( Iyalah, apapun yang kita dapatkan dari Allah), tetapi maksudnya karena udah merasa pengen banget naek, pas dapat sepedanya gitu merasa menjadi orang yang paling senang di dunia.

Jadi gini, ketika itu beli sepeda di semua Walmart, which is toko besar di Amerika. Belinya sih ga mahal-mahal amat, cuma 90 dolar. Ya udah, dari toko aku langsung nyetir sepeda langsung kerumah. Tidak terlalu jauh sih sebenarnya, karena saat itu panas banget jadi merasa sedikit jauh. Dan tiba-tiba di dalam perjalanan. Tanpa angin, hujan apa lagi, sekelompok anak bule-bule dari arah kiri melemparkan botol minuman ke muka aku. Beuhhhhhhhhhhh, panas bangetkan hati ini dibuatnya. Kenal juga kagak, kok main lempar-lemparan. Ya udah, merasa teraniaya, jadi aku berdoa ( kan kata Allah, kalau lagi teraniaya berdoa lah,). Aku berdoa mereka mendapatkan hal yang sama seperti mereka memperlakukan aku ( kira-kira mereka di balas ga ya sama Allah? Entahlah…

Jadi aku bahagia dan sekaligus sedih ketika itu.

Hari demi hari kami lewati bersama, bumi dan segala isinya juga mengiyakan hubungan intim kami. Kemana saja aku pergi selalu aku mengajaknya. Aku pikir, kalau orang lain bisa senang dengan mobilnya kenapa aku tidak  bisa senang dengan sepedaku. Aku bawa jalan-jalan kesana kemari. Intinya aku senang bersepeda lagi semenjak pakum selama sudah hampir 20 tahun semenjak SD dulu ( Lama juga ya). Tapi sayang, 90 dolar yang aku keluarin, ternyata kualitas sepedanya jelek abes. Baru juga seminggu aku naikin, ternyata stang depannya udah goyang-goyang aja bawaannya (arghhhhhhhhh). Kayaknya pabriknya ga niatin banget buatin sepedanya. Ya aku pikir santai lah, nikmati aja sepedaku walaupun udah sedikit reot.

Jadi semalam, ramadhan kedua. Alhamdulillah mesjid menawarkan makanannya, maksudnya ada yang mensponsori untuk iftar di hari kedua, beda di hari pertama :D. Aku kemesjid dengan sepeda untuk buka puasa dan shalat disana. Selesai shalat langsung ke toko di dekat mesjid persis di depan kampus, ada toko grosir sekaligus pom bensin. Ya udah, langsung aja niatin beli kue untuk sahur, karena di rumah juga stok udah habis. Sedikit lama di toko itu, karena begitu banyak pilihan, maunya banyak tapi uang sedikit :D.

Huffffffff, akhirnya beli snack sana sini menghabiskan 15 dolar (kalau teman ku sering konversi ke rupiah, jadinya 150 ribu, hahaha, jadi banyak). 15 dolar dengan ice cream satu di tangan, karena udah ngiler lama tidak makan ice cream.

“Thank, and have a good night,” ucap ku kepada si abang-abang india yang menjadi kasir. Wusssssssss, udara masih saja panas ketika aku melangkah keluar walaupun saat itu sudah jam 10 30 malam. Langsung aku melihat  lihat kiri kanan. Nah kemana sepedaku? Perasaan tadi markirnya persis di depan pintu toko. Whatttttttttttttttttttttttttt…. Hilang begitu saja? Waduh langsung kepikir neh, pasti hilang sudah sepeda reotku. Mau dikesalin, dikesalin kemana coba. Mau di salahin, ya aku yang salah sih karena ga dikunci karena aku pikir itu sepeda udah jelek abes, pasti juga yang nyuri nyesal abes :D. Teman ku bilang gini, ” bal kamu bukan sufi yang tidak berpunya ilmu apa-apa.” Ketika hilang itu langsung kepikir yang nyuri pasti india-india gitu, karena selama ini terdengar kabar bahwa kalau kehilangan sepeda pasti india biang keroknya. Tetapi pikiran itu aku tepis seketika. Siapapun bisa tidak hanya mereka.

Baru kali ini kehilangan yang membuat aku sedikit ikhlas. Ku melangkah pasti menuju kerumah  dengan sebuah ice cream di tangan. Aku yang salah dan aku akui itu. Sedih sih,kekasihku harus berpisah. Ya aku ikhlaskan saja. Kan kata Allah, kalau hamba-hamba ku bisa sabar dengan segala cobaan, pasti pahalanya di kali lipat oleh Allah, apa lagi cobaan di bulan puasa :D. Amin

Ramadhan kedua….

Entah apa lagi yang akan terjadi…

Advertisements

2 thoughts on “Kekasihku Hilang :(

  1. coba kalo sepedanya bagus ya kak, pasti nggak rela setengah mampus.. hahahaha

    sabar aja, insya Allah nanti dikasih yang lebih baik dari Allah.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s