Perjalanan cinta

Kisah itu bermula di suatu tempat dan waktu. Entah bagaimana kami di pertemukan, ku tahu itu bukan pertemuan yang biasa. Tercipta sebuah perjalanan panjang setelah itu. Ini yang di namakan misteri mungkin. Mungkin juga misteri bagaiman Adam dan Hawa tercipta. Hubungan kami terus berlanjut ke sebuah kepastian yang masih di pertanyakan. Misteri hidup memang tidak mengenakkan, tetapi selalu menjadi bagian dari hidup manusia, tidak tercuali kami.

Terucap salam dariku ketika itu awal kisah kami bermula. Satu tahun sudah semenjak pertemuan itu kami jalin. Mungkin aku dan dia berpikir perkenalan itu tidak akan abadi, hanya sebuah kisah yang terputus seperti cerita di tivi-tivi, tetapi Alhamdulillah, kami menjalani itu sampai detik ini. Kami tidak tahu mengapa bisa begitu, yang kami tahu kami telah di persatukan dewa yang Maha berkuasa untuk sebuah hubungan special ini.

Canda dan tawa kami mainkan semenjak itu. Masih saja tidak berharap apa-apa dari pembicaran kami. Karena mungkin diantara kami masih melakukan penyeleksian alam terhadap apa yang sedang kami jalani. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, kami masih saja bercanda lepas merayu gombal akan kehidupan kami masing-masing. Aku mencarinya dan dia mencariku. Itu yang ku pahami saat itu. Karena kami berasal dari tidak ada menjadi ada dan itu butuh lama untuk saling mengenal satu sama lainnya.

Aku sudah lama mencari pasangan hidup. Karena ku tahu disaat umurku segini tuhan telah mempersiapkan bidadari untukku, walaupun ku tahu bidadari itu tidak sempurna karena dia turun dari khalifah adam. Tetapi Insya Allah aku yang tidak sempurna bertemu dengan yang tidak sempurna akan membentuk satu kesempurnaan hidup. Walaupun itu butuh waktu. Sudahlah, bukankah hidup selalu berperang dengan waktu. Iya, saat kehadirannya, aku berpikir bahwa dia mata-mata tuhan untuk menyempurnakan hidupku, untuk menyembuhkan luka batin dan pikiran ku, melengkapi kesepian hidupku di bumi tuhan. Tetapi, aku masih bingung saja, karena semua masih saja misteri yang belum bisa terungkap, bahkan sampai sekarang ini, sampai detik ini ketika aku menulis tulisan ini.

Suatu ketika, malam itu aku memberanikan diri untuk mendekati dan menyuarakan hatiku. Hati dan pikiran ku bergetar karena aku tahu pembicaraanku akan mengubah dia dan diriku bagaimana melihat kehidupan kami kedepan. Entahlah ku beranikan saja, terasa sedikit gombal mungkin, tetapi kali ini aku jujur dan benar-benar sedang tidak bermain kegombalan. Tidak butuh lama untuk mengatakan itu kepadanya. Dan ternyata dia memendam hati selama ini kepada ku. Ya begitulah wanita, malu-malu kucing kalau sudah bicara cinta. Malam itu aku deklarasikan hubungan kami dengan sebuah kepastian tahap awal. Mengapa ada tahap awal, ya karena ku pikir semua masih misteri sampai kami benar- benar menuju sebuah kehidupan yang pasti kedepannya. Kapan itu, hanya pemilik bumi dan langit yang tahu. Kami sebagai dua khalifah yang bermain cinta hanya bisa berharap ini bisa terjadi, selebihnya biar tuhan kami yang menyempurnakannya.

Pertemuan kami masih sebatas maya, walaupun kami sering terucap kesal dengan keadaan ini. Saat ini kesempatan yang di berikan tuhan hanya ini. Kami mencoba untuk berpikir selurus dengan Allah. Kami percayakan semua nya kepada sang Empunya. Mungkin itu membuat hati kami sedikit lega menjalaninya. Mungkin saja ini percobaan bagaimana kami bisa melewati semuanya. Mungkin saja ini hanya cobaan kesabaran sebentar saja. Atau mungkin juga ini tuhan masih memikirkan hubungan kami kedepan seperti apa bagusnya. Entahlah, kemungkinan itu terasa begitu banyak kalau kami terus berpikir negatif dengan hubungan ini. Ya sudahlah, di jalani saja, begitu dia sering menyebutnya. Jalani dan nikmati saja kehidupan ini. Semua pasti akan berujung indah dengan sebuah penataan yang bagus dari Allah. Insya Allah, itu pasti.

4 bulan 15 hari lagi menuju aku kembali ke tanah air. Hasratku untuk bertemu dengannya sudah terasa dari dulu. Semua di harapkan akan baik-baik saja sesuai dengan rencana awal. Lagi, semua kami serahkan kepada Allah yang mempunyai kami dan kehidupan kami. Hanya yang terbaik yang bisa kami harapkan. Insya Allah.

27 July 2011, 7:47 PM

Advertisements

14 thoughts on “Perjalanan cinta

  1. dhe suka dengan istilah “perjalanan panjang” yang kakak pake di postingan kakak, kereeeeeeeeenn..

    hmm, ternyata ini to ke-galau-an kakak selama ini.. semoga semua dimudahkan olehNya ya kak, dan semoga perjalanan cinta ini terus berlanjut ke tahap yang lebih suci.. 🙂

  2. Wah sedang menjalin hubungan dengan seseorang ya Mas Iqbal?;D….Semoga Allah SWT memberi seorang pendamping yg baik dan terbaik dunia akhirat utk Mas Iqbal ya…amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnn.

    Sesungguhnya rencna Allah SWT lebih indah dari rencana kita:)

  3. wkwkwkkwwk…ow…ow siapa dia…boleh kah aku melihat sari wajahmu…ow ow..siapa dia???????????????????????????????????????????…peugah golom na calon trenyata ..eh ternyata …semoga berjodoh amien ya rab..

    1. Waduh jangan lah jek, tapi kalau gue terawang neh dengan teropong kejujuran gue, loo bakalan dapat jodoh dari suku ambon neh. Jadi ntar lo malam2 sama istri lo kerjaannya ngepet mulu, hahahhaha…

      1. Asyeeek, ngepeet. Bisa kaya dunk. Anak gw kaya celeng semua tar mukanya. Mending lo bunuh gw aja deh daripada ama etnis itu. (A bit chauvinist comment here. lol)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s