Sejarah kembali terulang

Sejarah bejatnya kaum-kaum terdahulu kembali terulang,  kemurkaan manusia  semakin merajalela. Kebebasan manusia menyebabkan mereka persis seperti binatang, begitu yang dikatakan Al-quran. Pernikahan sesama jenis, pemerkosaan, korupsi, human trafficking, sex bebas, dll. Itu yang sedang terjadi sekarang, dan pertanyaan adalah sebejat itukah kita?

Selama di US, kata-kata gay, lesbian bukan barang baru lagi di telingaku. Awalnya sedikit risih tetapi kok lama-lama sudah biasa saja di telinga ini. Atau jangan-jangan, kalau aku lebih lama lagi tinggal di US, barangkali aku akan menyetujuinya juga. Nauzubuillah. Entah mengapa, pemberitaan CNN tentang persetujuan gay marriage, 24  Juni 2011 di New York membuatku kembali berpikir dan tersadar. Gerangan apa lagi dengan bumi dan manusia-manusia ini? Pemberitaan itu disertai dengan parade para gay, lesbiah, bisexual, atau bahkan transgender berpesta pora merayakan kemenangan mereka. Pemerintah mengizinkan dan melegalkan keberadaan mereka di masyarakat, dan mengizinkan mereka menikah sesama jenis di gereja. Alasannya seh gampang saja, katanya mereka berhak mendapatkan kebebasan hidup. Apapun alasannya, Islam sangat melarang itu. Mereka tidak berpikir ternyata Allah sedang mengancang-ancang sebuah azab buat mereka, bahkan untuk kita juga mungkin, sebagai pengamat yang tidak berbuat apa-apa. Nauzubillah.

New York bukan state pertama yang mengiyakan keberadaan kaum gay di masyarakat tetapi sudah ada sekita 8 states yang duluan untuk merestui keberadaan mereka. Belum lagi di negara-negara lainnya, yaitu Belanda juga sudah duluan membicarakan masalah itu. Dan sekarang, komunitas mereka juga semakin berani untuk unjuk gigi, seperti adanya gay bar, perkumpulan gay, atau kota gay atau nude city yaitu Capri, di italia, atau di amerika ada California. Dan saya juga sangat yakin kaum itu juga ada di Indonesia, tetapi ya karena Indonesia sangat strict dengan keadaan ini, sehingga mereka agak sedikit termarginalkan. Nauzubulillah.

Tidak kah kita kembali tersentak dengan pemberitaan itu semua? Sejarah bejatnya manusia kembali terulang. Mungkin kita sangat familiar dengan cerita kamu Nabi Luth di negeri sodom, yang berperilaku sama dengan manusia jaman sekarang ini, yaitu mereka melakukan hubungan sesama jenis dan meninggalkan istri-istri mereka. Bedanya saat itu, Allah langsung merobohkan keberadaan mereka dengan memberikan bencana yang dasyat. Karena sangking bencinya Allah kepada mereka.

Dan kalau Anda pernah dengar dengan cerita kamu Pompeii, yaitu di Italia. Yaitu sebuah kisah yang sama seperti kaum Nabi Luth, yaitu meledaknya gunung Vesuvius yang menyebabkan tidak seorang pun selamat disaat itu. Penghancuran kota Pompeii ini bukan tidak ada alasan, menurut sejarah kota ini terkenal dengan pemborosan, foya-foya, penglegalan pelacuran. Menurut mereka organ seksual atau persetubuhan bukan hal yang harus ditutupi lagi. Dan  banyak lagi penyimpangan yang lain yang Allah akhirnya memutuskan mengazab mereka. Karena perbuatan mereka itu, akhirnya Allah meludeskan mereka dengan meledaknya gunung Vesuvius di 79 AD/BC. Mereka tertanam dengan abu setinggi 4 sampe 6 inci, dan tertanam selama 1700 tahun tidak ada orang yang mengetahui sampai akhir nya sekitar tahun 1749 tanpa sengaja di temukan. Nauzubillah. Sejarah Nabi luth, sejarah kaum Pompeii, dan sekarang sejarah itu kembali merebak di tengah-tengah kehidupan kita. Manusia kembali beringas dengan kenafsuan mereka, manusia persis seperti binatang, bahkan bisa lebih rendah dari binatang, begitu Al-quran mendeskripsikan manusia yang melampau batas.

Teringat dengan sebuah berita rumors yang beredar sehari sebelum Tsunami di Aceh, yaitu 25 December malam. Orang Kristen merayakan malam natalnya saat itu, tetapi ada juga sebagian orang muslim merayakan pesta. Tidak ada tahu apakan pesta natal atau pesta lainnya. Yang terdengar kabar ada sekelompok  tentara merayakan pesta di sebuah pantai, sekitar 2 km dari rumahku. Persis di samping pantai itu ada kuburan keramat, menjadi kuburan yang sering di kunjungi oleh masyarakat. Dan salah seorang penjaga disitu mencoba menegur keberadaan mereka. Tetapi karena kenamaan dan jabatan mereka hebat sehingga teguran penjaga kuburan tidak di gubris mereka. Dan Allah Maha melihat. Besok hari nya jam 8 pagi, yaitu 26 desember 2004, bukti itu Allah perlihatkan, tidak seorang pun dari mereka yang selamat. Nauzubulillah.

Apa yang Allah tunggu kalau kejahatan dan kemaksiatan sudah jelas dan semakin merajalela merusak bumi dan isinya. Allah berjanji pastinya, semua musibah itu akibat dari perbuatan kita sendiri, dan azabku sangat cepat dan pedih. Allah sedang mempersiapkan itu untuk kita. Hanya waktu yang akan menjelaskan itu semua.

Semoga kita terlindung dari itu semua, Amin…

Tulisan pendek di akhir minggu sore, 6.43 pm, 26 June 2011, setelah membaca pelegalan Gay marriage di NEW YORK.

Advertisements

3 thoughts on “Sejarah kembali terulang

  1. Aku setuju dengan statementmu tentang Gay Marriage, itu memang hal yang salah. Tetapi bal, aku tidak setuju dengan statement terkait rumours pesta y menyebabkan tsunami.

      1. iya, tapi loe gunakan rumours itu untuk analogy. Gak nyambung dunk. Kata dosen research paper, argument reasoning nye kurang kuat. Gampang dipatahkan (kayu kalee). Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s