Sedang mencari judul…

Bayi terlahir dengan “kosong”, yaitu titik nol sebelum berangkat menuju titik lain yang lebih tinggi. Bayi, manusia lemah, yang tidak Allah berikan kemampuan apapun ketika lahir, menjadikan dia manusia yang paling “spiritual”, yaitu bebas dari apapun, karena tidak menanggung beban hidup yang menurut orang dewasa  adalah beban yang sangat sering menghantui perjalanan hidupnya. Terlahir dengan tidak di berikan pendengaran, penglihatan, pikiran, dan kemampuan bergerak menjadikan dia makhluk yang sangat bahagia di dunia. Seolah-olah dia sedang berada di dunia lain yang tidak terikat dengan ruang dan waktu. Keadaan seperti ini yang di harapkan semua manusia, yaitu menjadi fitrah, bersih dari beban-beban, dosa-dosa dan harapan dunia yang tidak berujung.

Seiring waktu berjalan, si bayi tadi sedikit demi sedikit bisa melihat, mendengar, berjalan, dan dia mulai berpikir akan kehidupannya. Lambat laun, si bayi yang imut yang sama sekali tidak berego ini mulai menyadari akan keberadaannya di dunia dengan menumbuhkan banyak pertanyaan di dirinya. Dia mulai bersosial, mulai berkeinginan macam-macam, mulai berilmu, mulai mencari sosok diri. Semua yang di lakukan ternyata sering membawa dia menjadi makhluk yang beregois.

Pencarian jati diri, terkadang membawa kita akan sebuah penemuan yang salah, walaupun kita menyadari Allah lah yang berkuasa di atas penciptaan kita, akan tetapi kita mulai menyatakan keakuan kita. “Keakuan”  yaitu sedikit memihak dan merasa bahwa aku lah yang berhak atas segalanya. Terbukti, disaat apapun dalam kehidupan kita jarang sekali melibatkan Allah. Allah hanya menjadi bagian terkecil ketika kita di timpa musibah, ketika kegagalan ada, ketika sedih menghadang. Ternyata kita tidak pernah mau melibatkan semua kegiatan kita dengan memasukkan Allah di dalam nya. Ya begitulah kenyataannya.

Mungkin itu, bahwa kita salah dalam mencari pencarian jati diri. Kita tidak pernah mau berpikir mengapa dan apa dengan kita. Mengapa kita diciptakan berbaur dengan 5 triliun orang di muka bumi ini. Kita jarang menanyakan itu. Kita tidak pernah memberikan sedikit kontribusi untuk pikiran ini berpikir akan penciptaan Allah.  Ataukah karena budaya kita yang jarang bertanya, hanya menerima apa yang sudah ada, atau kita tidak mau menahu dengan diri kita sendiri? Kita terlalu sibuk dengan dunia kita, itu yang sering saya lihat.

Mengapa kita lahir yang berbawa kosong menjadi makhluk yang super egois di muka bumi ini? Hari ke hari kita semakin merajalela, semakin menjadi-menjadi, semakin biadab, semakin angkuh menjalani hidup di bumi. Dari tidak ada menjadi ada, tetapi kita tidak pernah berpikir akan keberadaan itu. Manusia sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu satu kutub dengan keegoisan dan kutub yang lain kesadaran sejati. Karena berhubung kehidupan kita banyak maunya, sehingga kesadaran sejati sering terkalahkan dengan tingginya keinginan yang menyebabkan keegoisan kita. Wal hasil, sering kita dengar ,” Ini miliku, ini rumahku, ini laptopku, ini uangku. Mungkin sebagian orang akan mengatakan, ” bukan kah benar, kalau laptop yang kita beli dengan uang kita menjadi milik kita? Tidak salah kalau orang juga berprinsip seperti itu.

Tetapi satu hal yang harus kita camkan  “pengakuan kepemilikan” itu hanya Allah yang berhak. Karena sejatinya manusia adalah bertangan kosong yang tidak “berapa-apa” tetapi mencoba menjadi licik karena “keakuannya.”

Renungan siang,

25 June 2011– Tepat jam 3 siang

Kembali disudut meja yang berteman ruang dan waktu…

Advertisements

6 thoughts on “Sedang mencari judul…

  1. Sadarku tak ada yang pantas untuk dibanggakan…

    terima kasih tulisannya kawan… membuatku harus berkaca kembali pada diri ini…

  2. aku, dan keakuanku.

    mungkin itu juga yang menyebabkan kata ‘saya’ terasa jauh lebih sopan dari pada ‘aku’. didalam ‘saya’, tidak ada ‘kesayaan’,. tapi didalam ‘aku’, terdapat banyak sekali ‘keakuan’ 🙂

  3. Keakuan yg akhirnya mjdkan manusia sombong,,,,,,,Ya Allah ampunilah aku,,,,hambamu yg ingin mjd lbh baik ini….:(,,,mmg benar klo lg susah aja ingat Allah,klo lg senang lupa,,,,

    terimakasih sdh mengingatkan dengan tulisannya,,,,:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s