Ku harap dia baik-baik saja

….

Tsunami menyeretkan banyak kisah, meninggalkan cerita yang hari ini aku kembali mengenangnya. Aku mengenalnya tidak lama setelah tsunami. Tubuhnya kecil, rambutnya yang belah tengah, tatapan nya kosong, tetapi masih menyimpan asa yang entah kapan dia bisa menggapainya. Semenjak tsunami makna senyuman hilang dalam kamus kehidupannya. Dia seperti hidup didalam kebencian dan sakit hati.  Kehilangan orang tua, rumah, harapan, masa depan menjadikan dia manusia apatis dalam menjalani hidupnya saat itu. Tinggal seorang diri dalam ketiba-tibaan, apa lagi masih berumur kelas 1 SMP bukan hal yang mudah. Orang akan bisa mudah mengatakan, Insya Allah hidupnya akan baik-baik saja. Tetapi siapa yang bisa menjamin kehidupannya kedepan.

Akhirnya aku mengetahui Iboy nama panggilannya. Dia bukan makhluk biasa di mata Allah. Hanya orang hebat lah yang diuji oleh Allah di dalam musibah tsunami itu. Ternyata mereka cukup istimewa di mataNya, tetapi kami tidak melihatnya seperti itu. Di tinggal orang tua setelah tsunami, jiwa nya terguncang. Dia seperti berjalan di jalan yang penuh lubang yang entah kapan berakhir. Jiwa nya masih belum terima kenyataan itu, tetapi tubuhnya harus meneruskan kehidupannya untuk bisa bertahan hidup kedepan. Emosinya bagaikan siang dalam malam, bisa berubah seketika.

Dia tinggal di rumah ku setelah kakak iparku mempertemukan aku dengan nya. Terlahir sebagai anak terkahir, aku tidak mempunyai kesempatan untuk mempunyai adik yang bisa aku sayangi. Semenjak kehadirannya, aku menjadi pria yang cukup bijaksana. Entah mengapa ketika kutatap matanya selalu ada harapan untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuknya. Canda dan tawa kami lewatkan bersama. Aku ajarin dia apapun semampuku. Kutahu dia amanah Allah untuk ku, tetapi terkadang emosiku berkata lain ketika harus menghadapi remaja yang masih labil. Tetapi itu bagian dari kehidupan semenjak kami ketemu.

Ubaidillah begitu nama aslinya, terlahir sebagai anak satu-satu nya di dalam keluarga, membentuk dia sebagai manusia terikat dengan kemanjaan orang tuanya kepadanya. Siapapun orang tua yang mempunya anak satu-satunya akan memperlakukan hal yang sama. Dibalik kemanjaan itu dia banyak belajar dari orang tua nya yaitu bapaknya yang sebelum meninggal membuka usaha di UleE Kareng dengan reparasi jam dan lain-lainya. Tidak tahu bagai mana ceritanya, tetapi dia cukup mengerti dalam hal itu ketika aku ada masalah dengan jam. Akhirnya aku mengetahui bahwa dia mempunyai bakat kearah itu juga.

Bertahun-tahun ku didik dia menjadi manusia yang baik, tetapi waktu yang menyeleksi siapa dia. Semenjak dia tinggal bersama abang ku, yang kudengar dia membangun sebuah karakter yang semakin hari semakin menggemaskan. Dia sering pulang malam, bangun telat, malas bantu-bantu di rumah, sering balapan sama teman-teman. Pada suatu hari ketika di interogasi, dia membeberkan semuanya bahwa dia pulang malam karena dia mencari uang untuk tambahan hidupnya. Satu hal yang harus kita tahu,  dia hidup dalam trauma, yaitu trauma yang dibawanya sampai kapanpun.  Dan juga trauma itu yang membentuk siapa dia sekarang.

Semenjak aku pergi merantau ke Amerika hampir 2 tahun, jarang sekali aku mendengar kabarnya. Yang ku tahu dia tidak tinggal lagi di rumah abangku, karena berbagai macam alasan, dia juga sudah tidak kuliah lagi karena alasannya harus bekerja untuk membiayai dirinya. Dan sekarang kabar yang ku dengar dia sudah berkerja di sebuah toko ponsel.

Semua orang punya mimpi, biarlah dia merangkai mimpinya dengan jalannnya sendiri.

Ku harap dia baik-baik saja disana…

Advertisements

4 thoughts on “Ku harap dia baik-baik saja

  1. waduh.. kacau nih.. maaf, dak bermaksud..

    hm,…bukankah, salah satu doa yang makbul adalah doa tulus g tdak diketahui oleh org yg di doakan?
    terima kasih telah berbagi smangat di postingan sya.
    you make me smile..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s