Mimpi dan Kebahagian…

Buku-buku terdampar dimana-mana, kertas-kertas kalau di kumpulkan bisa dijadikan puluhan buku. Pensil, pulpen, spidol terkumpul di sebuah tempat traditional yang ku rangkai dari sebuah kotak. Sebuah tivi kecil dari warisan teman ku yang sudah pulang ke Indonesia membantuku melatih bahasa Inggris ku sebelum tidur, selalu ada balsem disamping bantalku menemani malam-malam sepi ku disini, seolah-olah dia mencoba memberikan aromaterapi melepaskan stress yang mencoba menyerangku. Ruangan kecil ini, iya ruangan mungil ini telah menjadi teman intim ku sudah hampir 2 tahun lebih. Yang akhir akhir ini aku menamakannya “ The cute friend”

Lagi dan lagi, aku kembali termenung seorang diri di depan laptop masih berkutat dengan tugas yang harus aku selesaikan segera sebelum jam 12 malam nanti. Sempat ku pikir, mungkin saja ide ini di ambil dari kisah cinderalla, harus pulang sebelum jam 12. Ini adalah sebuah cycle kehidupan yang terus ku ulang-ulang sudah hampir 2 tahun lebih. Bosan, senang, kecewa, kesal, marah, ketawa menjadi saksi bisu ruangan mungil itu.

Dua tahun aku di kamar itu berarti dua tahun juga aku merajut mimpi di negara kapitalis ini. Iya benar,  sebuah mimpi yang masih perlu di pertanyakan.

Dulu, aku merangkai mimpi untuk sebuah cita-cita, yaitu untuk bisa kuliah di luar negeri. Dan aku membuat satu statement tersendiri yaitu cita-cita itu yang akan membahagikan ku nantinya. Beriring waktu berjalan, semakin hari aku semakin mempertanyakan keberadaan aku selama di Amerika. Ternyata kebahagian ku tidak dan bukan karena aku kuliah di Amerika. Tetapi kebahagian ku ada didalam sana.

Dulu, aku berpikir, ketika bisa berjalan-jalan keliling Amerika bisa membuat aku senang. Sudah hampir 30 states aku keliling tetapi aku belum bisa bahagia. Aku tahu itu bisa menambah pengalaman ku, tetapi pengalaman itu tidak bisa memberikan aku sebuah kebahagian. Lagi, aku temukan kebahagian bukan di pengalaman itu, aku temukan kebahagian di dalam hatiku.

Dulu, aku berpikir ketika bisa mendapatkan membeli Iphone, bisa memberikan aku kebahagian, ternyata itu hanya bisa bertahan untuk 2 minggu, selebihnya aku kembali mencari kebahagian yang lain. Akhirnya lagi aku temukan dikebahagian ada di dalam otak dan hatiku.

Perjalanan aku di Amerika selama ini menyebabkan aku untuk terus berpikir akan makna sebuah kebahagian. Ketika kita mau membuat satu kesimpulan kebahagian dengan apa yang kita lakukan, ternyata kita telah membatasi kebahagian itu sebatas apa yang kita inginkan. Misalnya, kita bisa bahagia setelah membeli mobil, ternyata kita telah menyempitkan sebuah kebahagian hanya sebatas mobil tersebut.

Kebahagian ada didalam pikiran kita. Bagaimana caranya? Ubah cara berpikir kita maka akan mengubah emosi kita. Disaat kita sudah bisa mengkontrol emosi, maka kebahagian itu ada di tangan kita. Cara lain, tetap berpikir positif kepada dunia. Dunia tercipta jahat, maka positif saja menanggapinya. Dan yang terakhir,  kebahagian terbentuk disaat kita mau  ikhlas dan selalu bersyukur apapun yang kita dapatkan.Sekecil apapun itu!!!

Advertisements

13 thoughts on “Mimpi dan Kebahagian…

  1. Hal yang berbau materi tak selamanya bisa memberikan kebahagiaan. Dimanapun kita berada, hanya kita yg bisa kita membuat bahagia atau tidak.

    Betul kata mas iqbal. Hanya dengan selalu bersyukur dan ikhlas dengan apa yg sudah menjadi ketetapanNya dan selalu berpikir positif, bahagia kan datang…..

    *Jadi pengen ke luar negeri juga. saya baru bisa kel luar pulau. Hahahahha….

  2. setuju banget bang,,,kalau kita sudah bisa ikhlas n bersyukur,,,,insyaallah kita sudah bisa menemukan bahagia dengan cara kita sendiri,,,,

    Tetap tersenyum n selalu semangat,,,,,,,caiiyaaa,,,,,caiiiyyaaaaa:D

  3. Seneng ih bacanya Mas. Jadi kebawa ngoreksi lintasan hati nih. Mas, aku masi ingat cerita Mas Iqbal yang di lempar barang oleh orang2 sana 😀

  4. karena kebahagiaan ada disni (dalam hati) tak usah jauh2 mencari kebahagiaan itu, apalagi dengan materi yg hanya memberi kebahagiaan sesaat, kebahagiaan hakiki ketika hati juga bahagia ….

  5. Bahwa bahagia yang sesungguhnya adalah bagaimana cara kita tersenyum dan memaknai semua yang tlah dianugerahkan olehNya.. 🙂

    nice post.. mencerahkan.. 🙂

  6. Kebahagiaan layaknya sebuah ruangan..dimana kita berkuasa untuk menjadikannya terasa lapang..atau pun terasa penat. Maka ketika kita telah mampu meraih satu saja kebahagiaan kecil dalam hidup ini..segeralah kunci rapat2 pintu kebahagiaan tersebut,,dan enyahkan sang kunci ke laut lepas…^^

    Sekecil apapun mas..syukurilah tiap kebahagiaan…karena bnyak org yg bahkan tak mampu menyentuh sedikit dari yg kau rasakan namun belum kau sebut sebagai kebahagiaan…^_^

    Semangat mas… U gonna miss ur moments there..^^

  7. sepakat ma riska.

    sebenarnya rumusnya simple..
    “kebahagiaan adalah harta. dimana hatimu berada, disitulah hartamu berada..”
    hanya saja, dunia kadang melenakan dan qt lebih sering tergoda mencicipi “gulali”..
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s