Flunk yaitu gagal …

Masih terus berpikir apakah seharusnya kita mendapatkan hasil yang terbaik dari sebuah usaha yang keras? Kalau 2 atau 3 kali gagal di dalam hal yang sama apakah kita akan tetap melakukan hal yang sama untuk menghasilkan kegagalan yang ke 4. Usaha tidak selalu harus di barengi dengan hasil yang terbaik, mungkin itu masih hipotesa singkat dan sementara saya. Usaha kita sering kali berbentur dengan bagaimana kita melalui proses kita. Apakah proses yang kita lakukan itu sudah cukup benar atau hanya sebuah proses yang kita lewati tanpa kita tahu itu baik atau tidak.

Sering kali kita terus memperpanjang sebuah cycle kegagalan dengan mengulang hal yang sama terus menerus tanpa mencoba memotong cycle itu dan mellihat, mengapa kegagalan itu bisa terjadi lagi. Berhenti dan mencoba mengubah cycle kegagalan itu bukan hal yang mudah ketika kegagalan berkesinambungan menghampiri  kehidupan kita. Belum lagi dibarengi keputus asan, kekecewaan dan marah untuk memperbaiki kesalahan itu.

Apa yang bisa kita harapkan dari sebuah usaha kalau ujung-ujung nya hanya kegagalan yang menanti. Kegagalan atau apapun namanya hanya dari sebagian kecil dari usaha kita. Setiap usaha akan selalu memunculkan dua kutub, ya kalau tidak sukses atau gagal. Disaat kita sukses ternyata kita sudah mampu ataupun berhasil memecahkan masalah dari apa yang kita lakukan. Dan sebaliknya disaat gagal maka masih ada yang salah terhadap apa yang kita lakukan dan masih perlu untuk di lakukan perubahan.

Terkadang, kita dengan mudahnya mendefinisikan diri kita dari kegagalan yang kita buat. Sehingga setiap kesalahan yang kita buat kita selalu mendiklerasikan bahwa kita makhluk gagal, yang ujung-ujung stress dan dipresi berat. Gagal ketika kita belum tahu bagaimana menyelesikan permasalahan, itu saja. Meskipun cara itu harus kita tempuh berpuluh kali. Apa yang membuat trauma kita adalah kata gagal itu sendiri. Pikiran atau otak kita seharusnya sudah bisa mengantikan kata” kegagalan” itu dengan “belum menemukan jawaban”. Karena kata kegagalan akan selalu bermakna negative yang pada akhirnya kita mendeskripsikan diri kita sebagai makhluk yang kurang beruntung.

Kegagalan tidak akan pernah mendefinisikan kita pandai atau tidak. Pandai atau tidaknya kita bukan dari kegagalan yang kita lakukan. Pandai ya karena kita semua adalah makhluk pandai yang Allah ciptakan yang unik, untuk menyelesaikan semua permasalahan hidup terlepas dari kegagalan yang kita lakukan.

Advertisements

8 thoughts on “Flunk yaitu gagal …

  1. namanya kegagalan sudah sering dialami…tapi namanya keberhasilan juga sering diraih…jadi jangan pesimis…karena keberhasilan pasti selalu menyertai kita selama ada usaha dan doa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s