Semua bisa kok…

“Ku aduk-aduk dengan masih menyimpan penasaran saja dalam hati ku, ku tambah pelengkap supaya dia lebih berwarna, semuanya ku ingin bersatu dalam balutan adukan dan racikan jiwaku. Sedikit gugup karena ini kali pertama aku menyentuhnya, terkadang berpikir ingin memberikan hasil yang terbaik. Kali ini aku tidak mau pasrah karena aku yakin aku bisa, aku yakin aku akan berhasil memberikan yang terbaik dan mungkin yang paling baik yang pernah ada bahkan. Tapi lagi-lagi rasa gugup itu kembali muncul ketika dia masih terbalut dengan  hambar dan pucat di tubuhnya, ku coba memasukkan semuanya, aku tahu aku bukan hanya mampu memberikan dia sedikit warna dalam tubuhnya, tetapi juga bisa memberikan dia lebih berharga dari penampilannya. Dan tidak lama kemudian, senyumku terbuka lebar disaat ku mencoba mencicipi ” Bihun pertama ku berhasil dengan nilai 9 1/2″.

Bukan kali ini saja aku mencoba resep-resep baru selama berdomisili di US, dan selama di Amerika lah aku tumbuh  menjadi manusia tangguh dan tegar, karena itu jalan satu-satunya aku menyelamatkan hidup. Hidup di dunia yang menawarkan makanan kurang variatif dan kreatif seperti Amerika, terkadang membuat aku lebih terpacu mengunakan akal kreatif ku dalam hal ini memasak.  Benar mungkin, kalau kita hidup dalam kesengsaran pikiran ini seperti diajak berpikir seolah-olah sel-sel sarah dalam otak  tidak pernah tidur, selalu tegang memikirkan bagaimana solusi yang terbaik. Dan itu juga berprinsip kepada Indonesia tercinta kita, Indonesia adalah negara  penuh dengan air mata dan  kesusahan. Terkadang kita tidak menyadarinya, karena kesusahan itu pula lah menjadikan orang indonesia adalah orang yang sangat-sangat kreatif dibandingkan dengan negara lain.

Jangan jauh-jauh kita ambil contoh. Tidak ada tembel ban di Amerika, tidak tahu apa mereka menganggap tembel ban itu hanya buang-buang waktu, atau orang Amerika tidak bisa melakukannya, tetapi di Indonesia sendiri 50 meter ada satu tempel ban, kekreatifan muncul disaat kita dalam keadaan terdesak, dan itu juga berlaku untuk tugas-tugas di akhir deadline, coba deh 2 hari sebelum deadline, mungkin ide-ide tersumbat saja di kepala bagaikan tersumbat selokan dengan sampah-sampah. Tetapi kalau sudah 1 jam sebelum jadwal di kumpulkan, ide ini mengalir bagaikan air, ide itu benar atau salah itu urusan belakangan.

Kita kembali ke resep-resep yang pernah aku masak di Amerika. Selama disini sering aku memasaki masakan yang menyebabkan harga diriku naik, dan itu berarti rasanya cukup pantas kalau aku buka warung untuk jualan disini, dan mumpung juga tidak ada restaurant Indonesia disini. Bangga dan senang itu yang terlintas ketika ada satu senyuman terpancar dari wajah temanku ketika mencicipinya. Dulu selama masih tinggal dengan keluarga,  jujur aku pribadi jarang pernah menyentuh alat-alat pengorengan, kecuali masak mie dan telor, tetapi kali ini dapur menjadi tempat idaman setelah tempat tidur. Dan ini juga yang menambah semangat ku untuk terus memasak, ketika ada rasa bangga terhadap keberhasilan diri membuat kita termotivasi untuk berbuat lebih.

Akhirnya aku berpikir, ternyata setiap manusia mempunyai potensi lebih hebat dari apa yang di pikirkan. Kita terbuai dengan dogma dan belenggu pikiran kita sendiri, yang anehnya pikiran itu kita ciptakan sendiri pula dan dengan gampagnya kita jatuhkan kemampuan kita  dengan mengatakan kepada diri sendiri “Aku tidak bisa”. Ternyata kita bisa dan mampu untuk melakukan yang kita pikir tidak bisa. Sekarang bagaimana cara meyakini diri kita saja. Apa yang tidak mungkin kalau semua usaha dan doa tebungkus menjadi satu, pastinya semua hal menjadi mungkin, tinggal keyakinan dan penegasan diri itu yang sangat perlu di tekankan dan di tanam dalam jiwa kita. Dan lagi-lagi semuanya butuh ketekunan, usaha, dan sabar. Kalau 3 itu sudah ada, apa sih yang manusia tidak bisa lakukan di muka bumi ini.

Advertisements

8 thoughts on “Semua bisa kok…

  1. kl kita kul keluar harus kreatif masak nyoe hana matee menu…lama2 bg iqbal akan jd pnter masak,.kl yg kul di timteng cwoknya pnter2 msak…the power of kepepet,nyoe ka mekarat mandum ide diteubit..hehe,slmat mencba menu2 kreatif lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s