Presentasi oh Presentasi

College Station, Texas, 12.54 Pagi, 1 April….

“Sudah lah saya pikir, jangan terlalu di pikirkan, toh orang-orang juga ga terlalu perhatian apa yang kamu omongkan di kelas,” mencoba untuk terus mensugesti diri disaat presentasi sudah di depan mata. Kasian sebenarnya dengan jantung ini 3 hari sebelum presentasi saja bergerak dua kali lebih cepat seperti biasanya, bayangkan 3 hari sebelum hari H sudah begini, apa lagi detik-detik presentasi itu menjemput. Mau di katakan lebay atau apa lah, itu terserah Anda. Memang saya merasakan tubuh ini bagaikan terpotong-potong karena hanya satu kata “presentasi”.

Tidak tahu semenjak di Amerika ini, presentasi adalah hal yang paling saya benci, benci sekali bahkan. Mungkin saja saya pernah mengalami trauma disaat pertama sekali presentasi, atau sama sekali saya tidak berbakat menjadi orang jualan obat dikelas. Tapi, bukankah presentasi itu bagian dari tugas-tugas yang harus di selesaikan. Nah itu dia yang membuat saya stress. Kalau seandainya saja bisa di gantikan dengan paper 30 halaman, mungkin saya akan mengerjakan paper saja.

Tidak ada yang salah mungkin dengan presentatsi itu, tetapi saya sendiri mungkin yang sedikit mendramatir, buktinya teman saya sebelum presentasi dia ketawa-ketawa dan bersiul-siul. “Waduh busyet dah, ini orang santai abis”, pikir saya, padahal ntar lagi juga giliran dia presentasi dikelas. Hmmmm mungkin gaya dia beralasan, selain itu yang di pakai bahasa nenek moyangnya, ya setidaknya sudah menang satu langkah dari mahasiswa lain.

Mahasiswa international akan selalu bermimpi buruk kalau presentasi sudah tiba. Bukan tidak beralasan, mungkin saja dengan bahasa dia sendiri belum tentu dia bisa berbicara di depan umum, dan ini di tambah dengan bahasa asing berbicara tentang research yang dalam kehidupan sehari-hari saja mungkin tidak pernah menyentuh pembahasan seperti itu, Kalau bukan mimpi buruk apa coba.

Sebenarnya saya tidak mau menyalahkan presentasi itu, karena selalu ada nilai positif dari apa yang kita lakukan, karena akan  melatih kemampuan kita berbicara di depan umum. Masalahnya lagi, ini otak seperti ga bisa di ajak kencan deh. Beribu ide memenuhi isi kepala ini sebenarnya, ketika diajak pake sebentar untuk mengeluarkannya dia benar benar tidak mau, apa lagi  yang  melotot ada 20 pasang mata sambil duduk santai.

Ya begitu lah. Itu mungkin nada pasrah, karena tidak tahu solusi lain untuk menghindari presentasi kecuali harus menghadapinya dengan lapang dada. Mungkin ini juga yang membedakan sistem pendidikan kita dengan Amerika. Mahasiswa di tuntut untuk bisa berbicara dan bertanggung jawab terhadap materi yang di pelajari. Sehingga tidak heran kalau mereka sudah berbicara, siang dan malam tidak terasa, karena mereka mempunyai bahan segudang untuk membicarakan satu masalah saja. Lagi-lagi budaya mereka lah yang menuntut mereka menjadi seperti ini.

Tapi apapun yang terjadi, saya tetap tidak suka dengan presentasi, atau saya perlu academic counseling membicarakan bagaimana solusi yang terbaik membuat presentasi  yang tidak dipenuhi dengan keringat dingin. Atau mungkin saja perlu membaca buku bagaimana kita berhasil presentasi. Atau tidak datang di hari presentasi alasan sakit.

___________________________

“ Tulisan iseng di awal pagi April”

“Setelah presentasi di kelas HOE tidak berjalan seperti yang diharapkan, sebenarnya 2 minggu lagi ada presentasi lebih besar dari ini.

Advertisements

14 thoughts on “Presentasi oh Presentasi

  1. saya suka presentasi, apalagi udah prepare, seneng kalo banyak yg tertarik apa yang diobrolin, dan deg-deg ces plong gitu deh rasanya kalo tiba-tiba suasana jadi boring, malah ada perdebatan, atau kita salah ngomong.
    udah presentasi mah euuhh, legaaa! =D

  2. wakakakaka, sakit alasan terakhir sir. tapi saya juga kalau presentasi penyaktinya kadang gerogi sir, tapi lima menit kemudian tidak grogi lagi , apalagi kalau pertanyaan dosen tak bisa di jawab ^_^

  3. hahahaha, jangan panggil admin mas, ntu kalau dirumah saja, kalau disini awak tetap auraman, tamboh ciek udah sebelum presentasi jangan lupa sarapan biar tidak pucat pasih hahaha

  4. sebenarnya tia juga g suka presentasi, tapi kalau memnag udah jadi kewajiban mau g mau ya harus…. nasib kita blajar di negara orang bg iqbal,,tetap smngat, orang aja bisa kenapa kita tidak..yo..yo.

  5. I feel you dude, I just wanna share my experience here. Usually the things that I do to prepare myself are; (1) MASTER the material; (2) Practice by simulation –> I use skype to record myself presenting; (3) Arrive really early before everyone show up; (4) Act like you’re audience don’t know anything. However, in the end, presentation is a type of public speaking which involve stage nerve. To nail your presentation, you gotta control your nerve. Good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s