Mahasiswa pas-pasan

Terbungkus beku di depan layar persegi empat itu hampir berjam-jam sudah. Karena deadline  tugas menunggu di akhir malam ini. Mau tidak mau ku paksakan kepala ini menyatu dengan laptop walaupun pikiran dan tubuhku yang sudah seharusnya menjajaki tempat tidur 3 jam yang lalu. Deadline itu semakin membunuh hasrat-hasrat surga yang di tawarkan dunia kepada ku. Aku seperti manusia tanpa nafsu ketika deadline tugas ini mengikatku dan mengajak ku bersamanya malam ini. Kalau saja dia wanita cantik, aku rela deadline ini tidak berakhir, apes cerita ini hanya deadline tidak ada wanita cantik segala. 

Begini lah hidup seorang mahasiswa. Apalagi dengan kapasitas otak pas-pasan ditambah dengan semangat  belajar secuil korek api. Jangankan belajar mungkin semangat hidupnya juga perlu di pertanyakan. Dimana-mana, mahasiswa pas-pasan ini lah yang selalu merangkul keberuntungan, baik itu di dunia perkuliahan maupun di dunia kehidupan. Hmmmm, hepotesa yang perlu di pertanyakan sepertinya. Ok, coba kita lihat bagaimana cerita selanjutnya.

Di dunia perkuliahan keberuntungannya karena keberaniannya mengkopi paste tugas-tugas, dia tidak takut dengan ancaman plagiarism berakhir dengan di keluarkan dari kampus. Dia berpikir, mana mungkin pula si dosen memeriksa satu persatu tulisan yang dia tulis. Kalau di persenkan mungkin 90 persen hasil kopi paste dan 10 persennya hasil usaha otaknya sendiri, mungkin juga yang 10 itu masih juga contek sana contek sini. Dan akhir cerita ketika nilai di umumkan, dia termasuk mahasiswa pas-pasan yang pas dengan kebahagian disaat pembagian nilai. Yang pandai hanya gigit jari, karena masih saja mempertahankan idealismenya, katanya sih gini ini demi kepuasan kita dan disini lah letak perjuangan kita sebagai mahasiswa. Hahahha, makan tuh perjuangan lo, begitu kata mahasiswa pas-pasan. 

Mungkin ada benarnya pilosopi mahasiswa pas-pasan itu, tidak perlu pandai-pandai sekali lah dalam dunia perkulihan, toh tugas yang kamu buat pontang panting juga ga akan di tanyain sama bos kamu di waktu kamu kerja dikantoran nantinya. Sumpah beneran!!!Bagaimana kita bisa mensiasati itu mungkin lebih baik dari pada belajar terus-terusan. Pandai dalam bersiasat itu mungkin pilosopi nya mahasiswa pas-pasan. Ingat!!! tidak ada maksud mempengaruhui pikiran bawah sadar kalian semua ya. Tetapi  setelah di pikir-pikir ada benarnya pilosopi mahasiswa pas-pasan itu?

Yang kedua, hebatnya mahasiswa pas-pasan bisa juga pintar dalam dunia kehidupan.  Kita ambil contoh dalam dunia pekerjaan. Dalam mencari kerja mungkin mahasiswa ini tidak banyak mengunakan akal, mungkin banyak mengunakan akal-akal jahil itu yang benar. Di saat orang sedang sibuk belajar interview dia bahkan menelpon temannya yang bekerja di kantor itu untuk hmm, untuk hmm, ya untuk itulah maksudnya. Wal hasil apa, disaat pengumuman yang lulus wawancara kembali dia yang memegang piala kemenangan.

Yang pinter hanya gigit jari, yang pas-pasan gigit coklat merayakan kemenangan kelulusan di kantor tersebut. Kalau juga di pikir-pikir, ini terlepas bagaimana si mahasiswa yang pas-pasan tadi mensiasati hidupnya ya, tetapi saya pribadi setuju dengan apa yang dia lakukan. Hidup ini sebenarnya bisa kita akalin, semua bisa diselesaikan, walaupun terkadang terkesan sedikit licik, tetapi untuk bisa eksis di dunia ini kita harus bisa seperti itu. Idealis boleh tetapi ditempatkan di jalan yang benar dan bukan di semua tempat. Karena ada saatnya orang idealis menjadi tergilas dengan keidealisannya.

Advertisements

8 thoughts on “Mahasiswa pas-pasan

  1. Hahaaaa, Mas Iqbal ini benar2 cakap ya. Itu Mahasiswa yang pas-pasan kayaknya minta di pijat ya? Wakakaka…,

    Eh itulah romantika Mahasiswa, idealnya si selalu bermesraan dengan tugas2nya. Eh kata siapa ga bakal ditanya sama Bos? Hahahaa, nanti aku yang jadi Bosnya gmn? Aku acak2 :))

  2. itu loe kan? humm..sudah ku duga..

    “Kalau saja dia wanita cantik, aku rela deadline ini tidak berakhir..” ckckck..ampun deh..tobaaaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s