Air mata dan terima kasih

Malam ini air mataku kembali membumi tak tertahan ketika menonton acara Oprah. Begitu besarnya dia menghargai hidupnya yang telah dia peroleh selama ini. Dia merasa begitu bersyukur kepada tuhannya yang terpampang jelas dari air matanya yang berhamburan ke bumi, seolah-olah air mata itu bisa menumbuhkan tanaman akibat rasa syukurnya kepada tuhan.Saya bukan menangisinya karena sedih, tapi hatiku  tersentak kembali mengingat langkah-langkah yang salah yang telah ku lakukan. Menangis, mungkin itu saja yang bisa aku lakukan ketika semua perasaan tidak bisa menggambarkan betapa aku kembali terseret ke permainan lingkaran setan.  Dan ternyata  aku masih saja belum bisa berterima kasih kepada Allah. Terima kasih yang bagaimana yang Allah inginkan dari kita, mungkin itu yang harus ku pelajari, kupahami, kusadari selama hidup ku hampir 2 tahun setengah di Amerika. Atau apa perlu aku mengambil doktor, menghabiskan waktu5 tahun dengan research, hanya untuk bisa mendapatkan gelar terima kasih?

Terkadang aku berpikir apa itu bersyukur dan bagaimana melakukannya. Bukan kah al-quran mengatakan bersyukur dengan memberikan atau membantu orang lain dengan apa yang kamu punya. Kalau begitu aku sudah melakukannya, berarti aku sudah bersyukur. Tetapi, mengapa, malam ini air mataku jatuh berwarna hitam mengakui diri masih belum bisa bersyukur?

Mungkin saja aku  masih mengakui Tuhan setan berada di dalam dada ku, dan pikiran ku masih menganggap itu Engkau ya Allah, Apa kah aku sudah tidak bisa lagi membedakan mana Tuhan iblis dan Tuhan Allah. Ya Allah, ku bersujud, ku rendahkan diri atas segala kesalahan yang pernah lalu, hamba tidak yakin kalau hamba tidak berbuat salah lagi di masa yang akan datang. Ya Allah, bukakan lah pintu untuk mengenal Engkau walaupun sedikit. Sudah sejak lama hamba mencari Engkau ya Allah, tetapi mengapa hamba tidak menemukan Engkau, atau mungkin hamba mencari tuhan yang salah?

Lagi-lagi, aku bertanya, Ya Allah bagaimana jiwa ini, yang telah kau berikan kesempatan yang luar biasa dalam segala hal, bisa kembali suci untuk mengakui bahwa Engkau ada. Tidak ada yang bisa aku lakukan ketika semuanya hanya sebuah rencana untuk memperbaiki, seolah-olah kaki ini lumpuh untuk mencoba berjalan untuk kembali menyesali apa yang telah kulalui.

Sampai kapan air mata ini akan kembali menangis ketika memikirkan kealpaan ku kepada Engkau ya Allah, apa perlu acara-acara seperti Oprah untuk bisa mengugah hati ku, atau perlu ada musibah di dalam hidupku untuk membangunkan ketidaksadaran aku, atau APA?

Advertisements

9 thoughts on “Air mata dan terima kasih

  1. bersyukurlah kita msh mampu menangis dgn mengingat kealpaan2 kita,dgn begitu insyaallah kita msh mengingat dan mengakui bahwa Tuhan itu ad,.alangkah merugilah orang yg tertutup pintu hatinya utk tidak pernah sama sekali menyesali segala kesalahan yg telah diperbuat yang akhirnya menjadikan kita sombong.semoga hati ini tidak beku dan tertutup utk menyesali segala kesalahan yg kita perbuat dan terus bisa memperbaiki diri menjadi hambaNYA yg lbh baik lagi.

    Daleeeeeemmmm banget tulisan ya Mas…salam kenal mas iqbal…..:D:D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s